Badminton

Nasib Leo/Bagas dan Rian/Rahmat Ditentukan Hingga Indonesia Open 2026

Pelatih Ganda Putra Indonesia, Antonius Budi Ariantho, menyatakan bahwa evaluasi terhadap pasangan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana dan Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat akan dilakukan dalam enam bulan ke depan. Anton akan memantau konsistensi kedua pasangan tersebut hingga ajang Indonesia Open atau Australian Open 2026 sebelum tim pelatih memutuskan nasib mereka.

“Belum-lah (dirombak). Kami masih lihat lagi. Sama, Rahmat/Rian juga akan saya lihat sampe 6 bulan ini sampai Indonesia Open atau Australia Open,” kata Anton saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur.

Performa Leo/Bagas Naik-Turun

Setelah menjadi runner-up All England, performa Leo/Bagas menunjukkan grafik yang naik-turun sepanjang tahun 2025. Pasangan ini sempat menembus semifinal Kejuaraan Asia, namun pencapaiannya kembali menurun menjelang akhir tahun. Di nomor perorangan SEA Games, langkah mereka terhenti di semifinal. Lebih lanjut, di Indonesia Masters 2026, Leo/Bagas harus puas tersingkir di babak 16 besar. Meskipun demikian, sepekan kemudian di Thailand Masters, mereka berhasil bangkit dan keluar sebagai juara.

Ketidakkonsistenan ini menjadi catatan penting bagi pelatih. “Saya selalu dan sudah kasih tahu ke mereka bahwa fokus dia pada saat turnamen. Ya kan turnamen kan berurutan tuh, jadi latihannya harus benar-benar total, istilahnya maksimal gitu loh. Konsisten gitu loh, itu yang penting. Selain itu pada saat pertandingan, ada tiga turnamen berurutan, nah itu harus jaga stamina-nya,” tutur Anton.

Rian/Rahmat Perlu Pembuktian Lebih

Kondisi serupa juga berlaku untuk Rian/Rahmat, yang baru dipasangkan sejak Oktober 2025. Mereka dinilai masih membutuhkan pembuktian lebih lanjut, meskipun telah menjuarai International Challenge dan mencapai semifinal Thailand Masters 2026.

“Nanti mereka ikut tur di Eropa, All England, Swiss Open, dan Orleans Masters 2026. Penampilannya, hasilnya, pencapaian dia, targetnya, sama pencapaian itu yang akan dilihat selama Januari sampai 6 bulan ini sampai di mana, kan kelihatan di situ,” ujar Anton.

Anton menambahkan, target untuk turnamen Eropa, khususnya Swiss Open dan Orleans Masters yang berlevel 300, adalah meraih gelar juara. “Target Eropa tentu yang (level) 300, Swiss sama Orleans, tentu pasti harus juara. Memang di All England pun targetnya kita berharap kan juara. Tapi ya kita maksimal dulu lah, maksimal. Kita juga tahu, persaingan double putra itu ketat semua,” pungkasnya.