AC Milan berhasil memetik kemenangan krusial atas Pisa dengan skor 2-1 dalam lanjutan Liga Italia di Stadion Romeo Anconetani, Sabtu (14/2/2026) dini hari WIB. Gol kemenangan Rossoneri dicetak oleh gelandang veteran Luka Modric di menit-menit akhir pertandingan, yang sekaligus memangkas jarak poin dengan pemuncak klasemen, Inter Milan.
Jalannya Pertandingan
Milan sempat unggul lebih dulu di babak pertama melalui sundulan Ruben Loftus-Cheek. Namun, tuan rumah Pisa tidak tinggal diam dan berhasil menyamakan kedudukan di babak kedua melalui tembakan jarak dekat Felipe Loyola. Skor imbang membuat tensi pertandingan meningkat.
Memasuki menit-menit akhir, tepatnya saat waktu normal tersisa sekitar lima menit, Luka Modric menunjukkan magisnya. Gelandang asal Kroasia itu melakukan kombinasi apik dengan Samuele Ricci. Modric memberikan umpan kepada Ricci, lalu berlari menusuk ke dalam kotak penalti. Ricci membalasnya dengan umpan terukur yang disambut Modric dengan sebuah tendangan chip melewati jangkauan kiper Nicolas David Andrade. Gol tersebut disambut sorak-sorai para pemain Milan dan para pendukungnya.
Komentar Pelatih
Kemenangan ini sangat berharga bagi Milan karena berhasil memangkas jarak dengan pimpinan klasemen Inter Milan menjadi lima poin. Milan kini mengoleksi 48 poin, sementara Inter Milan mengumpulkan 53 poin. Milan juga menambah tekanan kepada rival sekotanya tersebut yang baru akan menghadapi Juventus pada Minggu (15/2) pukul 02.45 WIB.
Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, mengakui pertandingan melawan Pisa tidaklah mudah. Ia memuji determinasi timnya, terutama aksi Luka Modric yang menjadi penentu kemenangan.
“Bukan laga yang mudah malam ini, karena Pisa bukan tim yang nyaman untuk dilawan. Mereka seperti diam menunggu, lalu menyerang balik dan membuat kami lengah saat mereka mencetak gol. Kami meraih tiga poin, tapi perlu berbenah setelah ini,” ujar Allegri kepada DAZN usai laga, dikutip Football Italia.
Allegri menambahkan, “Tim ini memiliki kualitas teknis, tetapi terkadang mental kami menurun, jadi di situlah kami masih perlu perbaikan. Seluruh musim bisa berubah dalam waktu sepekan, ini adalah laga tandang keenam kami dari sembilan laga terakhir, jadi hasil ini tidak boleh dianggap remeh.”
Secara khusus, Allegri menyoroti determinasi Modric yang di usianya yang sudah menginjak 40 tahun masih menunjukkan semangat juang tinggi.
“Terlepas dari tekniknya yang luar biasa, dia benar-benar ingin meraih kemenangan ini pada akhirnya. Kami semua harus belajar dari karakter dan kerendahan hatinya yang luar biasa,” lanjut Allegri soal Modric.
Allegri juga menekankan pentingnya kehadiran Modric bagi perkembangan pemain muda Milan.
“Kami sangat senang memiliki dia di sini, para pemain muda harus memanfaatkan kesempatan bekerja sama dengannya sebaik mungkin,” tegas pelatih yang telah meraih enam gelar Serie A dan lima Coppa Italia tersebut.






