Sepakbola

Mentor Arda Guler Ungkap Dugaan Perundungan di Ruang Ganti Real Madrid

Madrid – Mentor Arda Guler, Serhat Pekmeczi, melontarkan pengakuan mengejutkan mengenai dugaan perundungan yang dialami pemain muda asal Turki tersebut di ruang ganti Real Madrid. Pekmeczi mengklaim Guler menjadi korban intimidasi dari rekan-rekannya di klub raksasa Spanyol itu.

Perjuangan Guler di Santiago Bernabeu

Arda Guler bergabung dengan Real Madrid pada tahun 2023 setelah didatangkan dari Fenerbahce. Pada awal kariernya di Santiago Bernabeu, pemain berusia 20 tahun itu sempat kesulitan menembus tim utama. Namun, kepercayaan mulai diberikan kepadanya sejak Xabi Alonso mengambil alih kursi kepelatihan pada musim panas 2025.

Kini, Guler telah menjadi langganan starter bagi Los Blancos. Musim ini, ia mencatatkan 3 gol dan 12 assist dari 35 pertandingan yang telah dimainkannya.

Pengakuan Mentor

Perjuangan Guler di Real Madrid diungkapkan oleh Serhat Pekmeczi, pria yang berperan penting dalam transfer Guler ke Fenerbahce. Pekmeczi mengaku anak didiknya tersebut menjadi korban perundungan di ruang ganti Real Madrid.

“Meskipun Real Madrid adalah klub besar, Arda Güler menderita intimidasi. Bukannya dia mengeluh kepada saya, tetapi dia tahu ini akan terjadi. Saya menyuruhnya untuk bersabar,” kata Pekmezci, seperti dilansir dari Marca.

Pekmeczi menambahkan bahwa perundungan tersebut berasal dari sesama pemain. “Perundungan berasal dari para pemain. Ada sekelompok pemain di sana yang tak bisa menerima Arda; sayangnya mereka adalah pemain dengan ego yang sangat tinggi,” ujarnya.

Ia melanjutkan, “Arda sangat sabar dan sadar, tetapi bahkan dia pun mulai memberontak, berpikir, ‘Mengapa selalu saya?'”

Dampak pada Pelatih

Serhat Pekmeczi juga mengklaim bahwa suasana ruang ganti yang toksik akibat ulah beberapa pemain tersebut menjadi salah satu alasan Xabi Alonso mundur dari Real Madrid. Hal ini juga dinilainya menjadi faktor yang menggagalkan kedatangan Juergen Klopp ke Santiago Bernabeu.

(bay/bay)