Sepakbola

Mengurai Perbedaan Liga Champions, Liga Europa, dan Conference League: Level, Format, Hingga Hadiah

Tiga kompetisi antarklub Eropa di bawah naungan UEFA, yakni Liga Champions, Liga Europa, dan UEFA Conference League, menawarkan persaingan prestisius. Meskipun sama-sama menjadi ajang unjuk gigi klub-klub benua biru, ketiganya memiliki perbedaan fundamental dalam hal level kompetisi, format, hingga nilai hadiah yang diperebutkan.

Perbedaan Level Kompetisi

Perbedaan paling mencolok terletak pada tingkatan kompetisi. UEFA Conference League menempati posisi ketiga, di bawah Liga Europa sebagai kompetisi tingkat kedua, dan Liga Champions yang berada di puncak piramida sepak bola Eropa.

Tim-tim yang berlaga di Conference League umumnya berasal dari asosiasi anggota UEFA dengan peringkat lebih rendah. Pemenang kompetisi ini berhak mendapatkan tiket ke fase liga Europa League musim berikutnya, kecuali jika mereka berhasil lolos ke Liga Champions melalui jalur liga domestik. Tim yang berpartisipasi di UECL biasanya adalah tim yang finis di peringkat 6 atau 7 klasemen liga domestik.

Sementara itu, Liga Europa dihuni oleh tim-tim yang umumnya berasal dari liga-liga top Eropa, serta para pemenang piala domestik. Tim yang berhak mengikuti Liga Europa adalah tim yang finis di peringkat 5 atau 6 klasemen.

Sebagai kompetisi tertinggi, Liga Champions menjadi ajang bagi tim-tim terbaik dari setiap liga domestik. Ajang ini selalu menyajikan tontonan bertabur bintang dan menjadi yang paling bergengsi di Eropa. Tim yang berhak mengikuti UCL adalah tim-tim yang menempati posisi empat besar di liga masing-masing pada musim sebelumnya.

Perubahan Format Kompetisi Musim 2024/25

Sejak musim 2024/25, UEFA menerapkan format baru untuk ketiga kompetisi tersebut, yang kini diikuti oleh 36 tim, meningkat dari sebelumnya yang hanya 32 tim.

Mengutip dari laman resmi UEFA, dalam format baru ini, tim-tim di Liga Champions dan Liga Europa akan memainkan delapan pertandingan di fase grup. Sementara itu, tim di Conference League akan memainkan enam pertandingan di fase grup.

Format baru ini memungkinkan setiap tim untuk bermain minimal enam kali dan maksimal 12 hingga 13 kali pertandingan sepanjang kompetisi.

Trofi dan Rincian Hadiah

Selain level dan format, perbedaan juga terlihat pada trofi dan nilai hadiah yang ditawarkan.

Trofi Liga Champions, yang dikenal dengan sebutan “Si Telinga Besar”, memiliki bobot 11 kg dengan tinggi 74 cm. Trofi Liga Europa berbentuk gelas raksasa berwarna perak dengan alas marmer kuning, memiliki berat sekitar 15 kg dan bentuk yang lebih ramping.

Trofi Conference League memiliki bentuk wadah besar dengan tinggi 57,5 cm dan berat 11 kg.

Berikut adalah rincian hadiah untuk masing-masing kompetisi:

Hadiah Liga Champions:

  • Juara: 20 juta euro (sekitar Rp340 miliar)
  • Runner-up: 15,5 juta euro (sekitar Rp263 miliar)
  • Semifinalis: 12,5 juta euro (sekitar Rp212 miliar)

Hadiah Liga Europa:

  • Juara: 8,6 juta euro (sekitar Rp146 miliar)
  • Runner-up: 4,6 juta euro (sekitar Rp78 miliar)
  • Semifinalis: 2,8 juta euro (sekitar Rp47 miliar)

Hadiah Conference League:

  • Juara: 5 juta euro (sekitar Rp85 miliar)
  • Runner-up: 3 juta euro (sekitar Rp51 miliar)
  • Semifinalis: 2 juta euro (sekitar Rp34 miliar)