Berita

Mekanisme MBG Saat Libur Sekolah, Apakah Masih Jalan? Cek Detailnya

IHWAL.ID – Pemerintah memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap beroperasi selama masa libur sekolah Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Langkah strategis ini diambil guna menjamin distribusi manfaat nutrisi bagi siswa tidak terputus, meskipun proses belajar mengajar di kelas sedang ditiadakan.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa mekanisme pembagian MBG selama hari libur akan ditentukan oleh satuan pelaksana (SPPG) di masing-masing wilayah dan sekolah.

Keputusan keberlanjutan distribusi ini sangat bergantung pada kesiapan serta kesediaan tenaga pendidik dan peserta didik untuk hadir ke sekolah.

Mekanisme Kehadiran dan Distribusi

Dalam keterangannya, Dadan Hindayana memaparkan bahwa pengecekan kesediaan akan dilakukan secara mendalam oleh tiap unit pelaksana di daerah. Hal ini dilakukan untuk memastikan efisiensi distribusi makanan segar kepada para penerima manfaat.

“Untuk sekolah, Kepala SPPG akan cek apakah siswa dan guru bersedia ke sekolah, kalau bersedia, berapa kali dalam seminggu? Saat datang (ke sekolah) akan mendapatkan makanan segar. Jika tidak bersedia datang (guru dan siswa), MBG tidak dilakukan untuk anak sekolah,” jelas Dadan.

Melalui pernyataan tersebut, ditegaskan bahwa pemberian makanan segar di sekolah hanya menyasar mereka yang berkomitmen untuk hadir secara fisik selama masa libur.

Dukungan Legislatif dan Implementasi Daerah

Program ini juga mendapat dorongan kuat dari Komisi IX DPR RI, yang menilai keberlanjutan asupan gizi sangat krusial di masa libur untuk mencegah penurunan kesehatan pada keluarga rentan. Namun, anggota legislatif menekankan bahwa pelaksanaan teknis di lapangan harus tetap memperhatikan persetujuan dari pihak wali murid.

“Kalau MBG diteruskan saat libur, itu harus betul-betul berbasis kebutuhan dan persetujuan orang tua, bukan sekadar mengejar serapan program,” ujar Ashabul, salah satu Anggota DPR RI. Dari pernyataan tersebut, ditekankan bahwa kebutuhan nyata di lapangan dan izin orang tua menjadi landasan utama keberlangsungan program.

Sebagai gambaran implementasi, model distribusi khusus telah mulai diterapkan di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Di sana, siswa diberikan paket MBG untuk empat hari sekaligus menjelang libur, yang terdiri dari susu siap minum, telur rebus, buah-buahan, serta roti tawar untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian mereka.