Performa impresif Manchester United di bawah asuhan manajer interim Michael Carrick dalam tiga pertandingan terakhir tampaknya belum cukup untuk meyakinkan manajemen klub agar segera mempermanenkan statusnya. Setan Merah memilih untuk tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan penting ini.
Tiga Kemenangan Beruntun Dongkrak Posisi Klasemen
Tiga kemenangan beruntun dalam dua pekan terakhir melawan Manchester City, Arsenal, dan Fulham telah berhasil mengangkat Manchester United ke peringkat keempat klasemen sementara Premier League musim ini dengan mengoleksi 41 poin. Pencapaian ini kontras dengan periode sebelumnya, di mana MU hanya mampu meraih tiga hasil imbang berturut-turut melawan Wolverhampton Wanderers, Leeds United, dan Burnley.
Melihat performa positif tersebut, sejumlah pihak mulai menyuarakan agar Carrick layak mendapatkan promosi menjadi manajer tetap. Namun, laporan dari BBC mengindikasikan bahwa manajemen MU tetap bersikap tenang dan belum terpengaruh oleh desakan tersebut.
Belajar dari Kesalahan Masa Lalu
Setelah memecat Ruben Amorim pada awal bulan lalu, Manchester United berencana untuk memanfaatkan waktu hingga akhir musim panas nanti guna mengevaluasi daftar kandidat manajer yang ada. Sambil terus memantau kinerja Carrick, manajemen ingin menghindari keputusan gegabah. Mereka dilaporkan belajar dari pengalaman sebelumnya, terutama saat memutuskan untuk mempermanenkan Ole Gunnar Solskjaer pada tahun 2019.
Solskjaer, yang saat itu juga menjabat sebagai manajer interim menggantikan Jose Mourinho, memulai tugasnya dengan gemilang. Manchester United hanya mengalami satu kekalahan dalam 17 pertandingan pertamanya di bawah asuhannya, termasuk delapan kemenangan beruntun. Keputusan untuk memberikan kontrak permanen selama tiga tahun pun diambil. Namun, performa tim menurun drastis setelahnya, dengan hanya dua kemenangan dari 12 laga terakhir di musim tersebut, delapan di antaranya berakhir dengan kekalahan.
Untuk menghindari terulangnya kesalahan serupa, Manchester United kini memilih untuk bersabar dan menunggu perkembangan lebih lanjut.
Ketersediaan Pelatih Potensial Jadi Pertimbangan
Selain evaluasi internal, keputusan MU untuk menunda permanenkan Carrick juga dipengaruhi oleh ketersediaan sejumlah pelatih potensial di pasar pada musim panas mendatang. Nama-nama seperti Oliver Glasner, Andoni Iraola, dan Thomas Tuchel disebut-sebut masuk dalam radar klub. Manchester United ingin memastikan mereka tidak kehilangan kesempatan untuk merekrut pelatih-pelatih top yang mungkin tersedia.
Pada akhirnya, masa depan Michael Carrick sebagai manajer permanen Manchester United akan sangat bergantung pada hasil yang ia raih hingga akhir musim ini. Keputusan akhir akan diambil berdasarkan apakah kinerjanya dianggap cukup layak untuk dipertahankan atau justru mendorong manajemen untuk mencari figur manajer lain untuk musim depan.





