London – Kemenangan comeback dramatis Chelsea atas West Ham United dengan skor 3-2 di lanjutan Liga Inggris, Minggu (1/2) dini hari WIB, justru diwarnai malam yang suram bagi penyerang sayap mereka, Alejandro Garnacho. Meskipun timnya berhasil membalikkan keadaan setelah tertinggal 0-2 di babak pertama, performa individu Garnacho jauh dari memuaskan.
Performa Mengecewakan Garnacho
Alejandro Garnacho yang diturunkan sebagai starter dalam laga tersebut, harus ditarik keluar pada awal babak kedua dan digantikan oleh Joao Pedro. Data dari SofaScore mencatat bahwa Garnacho gagal melepaskan satu tembakan pun sepanjang pertandingan. Ia juga hanya memenangkan satu duel udara dari tiga percobaan dan kalah dalam dua duel lainnya. Statistik yang lebih mengkhawatirkan adalah 12 kali possession lost yang dialaminya, yang berarti ia kehilangan bola hampir setiap empat menit.
Ancaman Rotasi dan Ambisi Piala Dunia
Meskipun manajer Liam Rosenior masih memberikan kepercayaan kepada pemain berusia 21 tahun itu, performa yang terus-menerus tidak memuaskan dapat membuka peluang rotasi. Posisi penyerang sayap di skuat Chelsea saat ini cukup padat, sehingga Garnacho perlu segera meningkatkan performanya jika ingin mempertahankan tempatnya di tim inti.
Sejauh ini, Garnacho telah mencatatkan enam gol dan tiga assist dari 26 penampilan di seluruh kompetisi. Namun, ambisinya untuk bisa dibawa ke Timnas Argentina untuk Piala Dunia 2026 menjadi motivasi tambahan baginya untuk terus berjuang dan membuktikan diri di setiap pertandingan.
Pertandingan yang berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan Chelsea ini memang menjadi sorotan, terutama gol penentu kemenangan yang dicetak oleh Enzo Fernandez di akhir laga. Namun, bagi Alejandro Garnacho, malam tersebut akan dikenang sebagai momen yang perlu segera dilupakan dan menjadi bahan evaluasi untuk bangkit di laga-laga berikutnya.





