Sepakbola

Louis Saha Nilai Manchester United Keliru Rekrut Benjamin Sesko Tanpa Striker Veteran

Mantan pemain Manchester United, Louis Saha, mengungkapkan pandangannya mengenai rekrutmen Benjamin Sesko oleh klub berjuluk Setan Merah tersebut. Saha merasa iba melihat ekspektasi tinggi yang dibebankan kepada Sesko, yang baru berusia 22 tahun. Menurutnya, Manchester United seharusnya memiliki striker veteran yang dapat membimbing pemain muda seperti Sesko.

Rekrutmen Mahal Tanpa Hasil Optimal

Manchester United diketahui membeli Benjamin Sesko dari RB Leipzig dengan mahar sebesar 76 juta Euro, atau setara dengan Rp 1,5 triliun. Meskipun memiliki potensi besar, Sesko dilaporkan membutuhkan waktu adaptasi yang lebih lama dan belum mampu bersinar secara instan. Hingga kini, ia baru mencetak lima gol dari 20 pertandingan di berbagai kompetisi.

Situasi ini kembali menimbulkan cap negatif bagi Manchester United yang dinilai kerap membeli pemain dengan harga mahal namun tidak memberikan hasil yang optimal. Sebelumnya, klub telah merekrut nama-nama seperti Hojlund dan Antony yang juga tidak bertahan lama memberikan dampak signifikan.

Peran Striker Veteran Dibutuhkan

Louis Saha, yang pernah membela Manchester United, menyatakan keprihatinannya terhadap minimnya gol yang dicetak Sesko. Ia menegaskan bahwa ini bukanlah kesalahan Sesko semata. Saha menjelaskan, klub akan lebih baik jika memiliki striker veteran yang dapat menjadi mentor bagi para striker muda, mencontoh era sebelumnya di mana Van Nistelrooy membimbing Rooney.

“Kesalahan mereka adalah merekrut pemain muda berusia 21-22 tahun dan berharap bikin 20 gol per musim, yang belum punya banyak pengalaman,” ujar Saha dilansir dari Tribuna.

Saha menambahkan bahwa situasi ini akan sangat sulit bagi pemain muda tersebut. “Itu akan sangat sulit dan menuntut si pemain. Bahkan, kasus itu lebih buruk daripada memilih manajer yang salah,” tegasnya.

Saat ini, Bryan Mbeumo menjadi andalan lini serang Manchester United. Benjamin Sesko sendiri juga sempat dibekap cedera, yang membuatnya lebih sering bermain sebagai pemain pengganti dan harus bersabar dalam perkembangannya.