Badminton

Kurniahu Tjio Kay Kie, Ayah Marcus Gideon Sekaligus Pendiri GBA, Tutup Usia di 66 Tahun

Kabar duka datang dari dunia bulu tangkis Indonesia. Ayah dari pebulu tangkis ganda putra andalan Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon, yakni Bapak Kurniahu Tjio Kay Kie, meninggal dunia pada usia 66 tahun. Informasi ini disampaikan secara resmi oleh pihak Gideon Badminton Academy melalui akun media sosial mereka pada Kamis (29/1/2026).

Duka Cita Mendalam dari Gideon Badminton Academy

Keluarga besar Gideon Badminton Academy menyatakan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya Bapak Kurniahu. Beliau tidak hanya dikenal sebagai ayah dari Marcus Gideon, tetapi juga sebagai pendiri dan pembina utama di akademi bulu tangkis tersebut.

“Keluarga besar Gideon Badminton Academy menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Bapak Kurniahu Tjio Kay Kie, pendiri dan pembina Gideon Badminton Academy,” tulis pihak akademi.

“Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan penghiburan.”

“Dedikasi, ketulusan, dan jasa beliau dalam membangun serta membina Gideon Badminton Academy akan selalu kami kenang dan menjadi inspirasi bagi kami semua.”

Peran Penting Kurniahu dalam Bulu Tangkis

Bapak Kurniahu Tjio Kay Kie sendiri bukanlah sosok asing di dunia bulu tangkis. Beliau merupakan mantan pemain bulu tangkis yang kemudian mendedikasikan dirinya untuk pengembangan talenta muda. Bersama Marcus, beliau mendirikan Gideon Badminton Academy pada tahun 2021.

Akademi yang didirikannya ini telah berkembang pesat dan berhasil mencetak sejumlah atlet berprestasi. Sebelum mendirikan akademi, Kurniahu juga berperan penting dalam perjalanan karier Marcus Fernaldi Gideon hingga mencapai level dunia.

Penyesalan atas Keputusan Pensiun Marcus dari Pelatnas

Kurniahu sempat mengungkapkan penyesalannya ketika Marcus Fernaldi Gideon memutuskan untuk mundur dari Pelatnas (Pusat Pelatihan Nasional). Menurutnya, Marcus masih memiliki potensi besar untuk terus berkompetisi di level internasional.

“Memang kan sering ngobrol juga bahwa dia mau keluar dari Pelatnas. Saya bilang memang sayang, dia latihan satu hari di sini, masih bisa mungkin 2-3 tahun lagilah paling lama,” ungkap Kurniahu pada suatu kesempatan.

Namun, Kurniahu menghargai keputusan putranya. “Tapi (dijawab Marcus), ‘Enggak Pah, saya mundur dari Pelatnas saja’. Ini semua keputusan Marcus sendiri, kalau sudah begitu kan saya tidak bisa apa-apa juga,” tambahnya.

Kepergian Bapak Kurniahu Tjio Kay Kie tentu menjadi kehilangan besar bagi keluarga, dunia bulu tangkis Indonesia, dan Gideon Badminton Academy.