Kontroversi mewarnai duel sengit antara Inter Milan dan Juventus di pekan ke-25 Serie A. Kartu merah yang diterima bek Juventus, Pierre Kalulu, pada menit ke-42 menjadi sorotan utama, dengan banyak pihak menilai wasit Federico La Penna melakukan kesalahan serius.
Kartu Merah yang Memecah Konsentrasi Juventus
Pertandingan yang digelar di Stadion Giuseppe Meazza pada Minggu (15/2/2026) dini hari WIB itu akhirnya dimenangkan oleh Inter Milan dengan skor 3-2. Namun, jalannya laga berubah drastis setelah Kalulu diusir dari lapangan. Ia menerima kartu kuning kedua setelah dianggap melakukan pelanggaran terhadap pemain Inter, Alessandro Bastoni.
Keputusan wasit La Penna ini sontak memicu protes keras dari para pemain Juventus. Kalulu sendiri sempat memberikan isyarat kepada wasit untuk meninjau ulang melalui Video Assistant Referee (VAR). Sayangnya, regulasi VAR tidak memungkinkan intervensi untuk keputusan kartu kuning kedua.
Analisis Mantan Wasit: Kesalahan Fatal dan Diving Bastoni
Mantan wasit Italia, Luca Marelli, secara tegas menyatakan bahwa keputusan La Penna adalah sebuah kesalahan serius. “Ini adalah kesalahan serius dari La Penna, tapi tidak ada yang bisa dilakukan karena VAR tidak bisa mengintervensi di kartu kuning kedua,” ujar Marelli kepada DAZN. Ia menambahkan, berdasarkan tayangan ulang, tidak terlihat adanya kontak fisik antara Kalulu dan Bastoni.
Pandangan serupa diungkapkan oleh mantan wasit Serie A, Graziano Cesari. Dalam komentarnya di Sport Mediaset, Cesari bahkan berpendapat bahwa Bastoni seharusnya yang mendapatkan kartu kuning kedua karena dianggap melakukan diving.
“Ini kesalahan besar. Kartu kuning kedua (untuk Kalulu) tidak ada. Tidak ada kontak antara Bastoni dan Kalulu, ada jarak yang jelas antara kedua pemain,” jelas Cesari. “La Penna seharusnya punya pandangan yang jelas, tapi dia malah keliru. Ini kesalahan besar. Faktanya, kesalahan wasit juga menyelamatkan Bastoni dari kartu kuning kedua karena diving,” tambahnya.
Keputusan kontroversial ini tentu saja menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar sepak bola Italia, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap hasil pertandingan Serie A.




