Sepakbola

Komdis PSSI Jatim Jatuhkan Sanksi Seumur Hidup Hilmi Gimnastiar

Advertisement

IHWAL.ID – Komite Disiplin (Komdis) Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur mengambil langkah tegas dengan menjatuhkan sanksi larangan beraktivitas di dunia sepak bola seumur hidup kepada Muh. Hilmi Gimnastiar. Pemain dari klub Putra Jaya Pasuruan tersebut dihukum berat akibat melakukan tindakan kekerasan brutal terhadap pemain lawan dalam lanjutan Liga 4 Jawa Timur.

Keputusan ini dikonfirmasi langsung oleh Ketua Komdis Asprov PSSI Jawa Timur, Samiadji Makin Rahmat, pada Selasa (6/1). Sanksi tersebut merupakan buntut dari insiden dalam laga babak 32 besar Grup CC antara Putra Jaya Pasuruan melawan Perseta 1970 Tulungagung yang digelar di Stadion Gelora Bangkalan, Senin (5/1) lalu.

Pelanggaran Berat Kode Disiplin

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Hilmi dinyatakan terbukti melanggar Pasal 48 juncto Pasal 49 Kode Disiplin PSSI. Ia melakukan aksi tidak terpuji dengan menendang pemain Perseta 1970, Firman Nugraha Ardhiansyah, hingga menyebabkan korban menderita luka parah di bagian dada. Selain larangan seumur hidup, Komdis juga menjatuhkan denda sebesar Rp2,5 juta sesuai Pasal 78 Kode Disiplin PSSI.

Sepak Bola Bukan Bela Diri

Dilansir dari ANTARA, Samiadji Makin Rahmat menekankan bahwa hukuman maksimal ini diambil sebagai bentuk ketegasan terhadap pelanggaran serius yang mencederai nilai fair play. Menurutnya, tindakan pelaku tidak bisa ditoleransi karena membahayakan keselamatan sesama pemain.

Advertisement

Dalam pernyataannya, Makin menegaskan pentingnya efek jera dari keputusan ini. Ia mengatakan, “Hukuman itu juga kami putuskan agar tidak ada pemain lainnya yang meremehkan dengan melakukan tindakan yang sama, ini sepak bola bukan bela diri.”

Meski sanksi telah dijatuhkan, Komdis PSSI Jatim menyatakan bahwa mekanisme banding masih terbuka bagi pihak terkait sesuai aturan yang berlaku. Langkah tegas ini diharapkan menjadi pembelajaran krusial bagi seluruh insan sepak bola di Jawa Timur untuk selalu menjunjung tinggi sportivitas di lapangan hijau.

Advertisement