Sepakbola

Jurgen Klopp Tanggapi Rumor Latih Real Madrid Pasca Pemecatan Xabi Alonso

Jurgen Klopp menjadi salah satu nama yang santer dikabarkan masuk dalam daftar kandidat pelatih Real Madrid untuk musim panas mendatang. Namun, pelatih asal Jerman itu dengan tegas membantah adanya kontak dari pihak Los Blancos.

Konteks Pemecatan Xabi Alonso

Real Madrid secara mengejutkan memecat Xabi Alonso pada Senin, 12 Januari 2026. Keputusan ini diambil sehari setelah timnya menelan kekalahan 2-3 dari Barcelona dalam laga final Piala Super Spanyol yang digelar di Jeddah. Pasca pemecatan Alonso, Alvaro Arbeloa dipromosikan dari tim junior untuk sementara mengisi posisi pelatih kepala.

Muncul kabar bahwa penunjukan Arbeloa bersifat sementara hingga akhir musim ini. Real Madrid dikabarkan akan segera bergerak mencari pelatih baru yang definitif begitu musim panas tiba. Dalam bursa pelatih tersebut, nama Jurgen Klopp disebut-sebut sebagai salah satu sosok favorit.

Klopp Bantah Rumor dan Beri Komentar

Menanggapi rumor yang beredar, Jurgen Klopp berusaha mendinginkan spekulasi. Ia menyatakan bahwa pemecatan Xabi Alonso sama sekali tidak berkaitan dengan dirinya. Saat ini, Klopp masih menjabat sebagai kepala sepakbola global di Red Bull, sebuah posisi yang ia ambil setelah meninggalkan Liverpool.

“Saya rasa rumor itu sudah beredar cukup lama. Dan saya tahu persis arah pertanyaan Anda, tetapi itu tidak ada hubungannya dengan saya,” ujar Klopp kepada media Austria, Servus TV, ketika ditanya apakah teleponnya mulai berdering setelah Alonso dipecat.

Klopp menambahkan, “Sebenarnya sudah berdering, tetapi bukan dari Madrid.” Ia menegaskan bahwa berita tersebut “sama sekali tidak memengaruhinya.”

Analisis Klopp Terhadap Keputusan Madrid

Meskipun membantah rumor yang mengaitkannya dengan Real Madrid, Klopp tetap memberikan komentarnya mengenai keputusan pemecatan Xabi Alonso. Menurutnya, keputusan tersebut merupakan indikasi adanya masalah internal.

“Baginya, keputusan itu ‘adalah tanda lain bahwa ada sesuatu yang tidak berjalan sempurna di sana.'” katanya. “Ini menunjukkan beberapa hal: di satu sisi, bahwa kami (pelatih) tidak lagi punya waktu, dan di sisi lain, bahwa tuntutan di Real Madrid, secara logis, sangat besar,” pungkasnya.