Kemenangan Dramatis di Goodison Park
Pada Minggu, 4 Januari 2026, penyerang andalan Brentford, Igor Thiago, tampil memukau dengan mencetak hat-trick pertamanya di Premier League di Goodison Park, mengantarkan timnya meraih kemenangan telak 4-2 atas Everton. Performa luar biasa ini tidak hanya mengakhiri puasa gol Thiago selama enam pertandingan, tetapi juga mendorong Brentford dalam persaingan ketat menuju empat besar klasemen, kini hanya berjarak empat poin.
Kemenangan ini menjadi sorotan tajam atas kontras performa kedua tim, dengan Brentford menunjukkan efisiensi luar biasa sementara Everton terus bergelut dengan masalah internal dan di lapangan.
Kegemilangan Igor Thiago dan Rekor Tim
Igor Thiago, penyerang asal Brasil, kini telah mengoleksi 14 gol di musim ini, melampaui jumlah golnya sejak akhir November dan menempatkannya sebagai pencetak gol terbanyak kedua di Premier League, hanya di bawah Erling Haaland dari Manchester City.
Pelatih Brentford, Keith Andrews, terus membuktikan kemampuannya di tengah keraguan para kritikus. Kemenangan 4-2 ini menyamai rekor kemenangan terbesar selama masa kepemimpinannya yang singkat, menyusul hasil serupa melawan Bournemouth pekan lalu.
Kemenangan ini juga istimewa karena salah satu gol Brentford, yang dicetak oleh Nathan Collins melalui sundulan, merupakan gol pertama mereka dari sepak pojok di liga setelah 96 percobaan. Gol hiburan dari Beto pada menit ke-66 dan Thierno Barry di masa tambahan waktu bagi Everton tidak mampu menutupi keretakan performa tim tuan rumah.
Kronologi Momen-Momen Krusial Pertandingan
Pertandingan dimulai dengan beberapa peluang bagi Everton, di mana Dwight McNeil sempat digagalkan oleh kiper Caoimhin Kelleher, dan Igor Thiago berhasil menghalau sundulan James Tarkowski dari garis gawang. Namun, pertahanan Everton justru menjadi bumerang bagi mereka sendiri.
Kesalahan pertama terjadi saat umpan lemah Tarkowski kepada Tim Iroegbunam berhasil direbut oleh Vitaly Janelt, yang kemudian mengirim umpan silang akurat untuk diselesaikan Thiago dengan tendangan voli rendah melewati Jordan Pickford, membuka keunggulan Brentford. Tak lama kemudian, Grealish yang dipinjam dari Manchester City, melakukan kesalahan di sisi lapangan dengan umpan tumit yang ceroboh. Janelt kembali memanfaatkan situasi tersebut dari sisi kanan, memberikan umpan silang yang berhasil dikonversi oleh Kevin Schade untuk menggandakan keunggulan Brentford. Pesta gol Brentford berlanjut di babak kedua.
Collins dan Thiago mencetak gol dalam rentang waktu dua menit pada menit ke-51, yang praktis menempatkan hasil pertandingan di luar keraguan. Meskipun Everton sempat membalas melalui Beto dan Thierno Barry, hat-trick Thiago telah memastikan kemenangan telak bagi Brentford.
Kontras Nasib: Brentford yang Efisien vs. Everton yang Terpuruk
Sangat disayangkan bagi klub sebesar Everton, yang merupakan juara liga sembilan kali, namun kini harusnya mencontoh Brentford dalam hal rekrutmen pemain dan organisasi tim. Brentford menunjukkan kecerdikan di luar lapangan, di mana Thiago didatangkan dengan biaya yang hanya sedikit lebih mahal dari kombinasi Barry dan Beto, namun telah mencetak sembilan gol liga lebih banyak dari total keduanya.
Fakta bahwa Kevin Schade memilih Brentford meskipun ada minat dari Everton dua musim lalu menggarisbawahi betapa rendahnya reputasi klub tersebut akibat masalah keuangan dan perjuangan menghindari degradasi. Manajer David Moyes, meskipun dihadapkan dengan skuad yang terbatas, tampaknya gagal mendapatkan performa terbaik dari sejumlah pemainnya, meskipun kedua penyerangnya yang sering tampil di bawah standar berhasil mencetak gol dalam kekalahan telak ini.
Analisis Mendalam Masalah Everton
Pemain pinjaman dari Manchester City, Grealish, menyumbangkan dua assist dan hampir menambah satu lagi di babak pertama andai sundulan Barry tidak digagalkan oleh Kelleher. Namun, dengan cederanya Kiernan Dewsbury-Hall dan Iliman Ndiaye yang bermain di Piala Afrika, beban serangan Everton sepenuhnya bertumpu padanya.
Investasi sebesar £40 juta untuk Tyler Dibling yang berusia 19 tahun, yang kini memulai pertandingan ketiganya secara beruntun, terlihat seperti taruhan pada potensi di saat tim membutuhkan pemain yang sudah terbukti. Sementara itu, James Tarkowski, yang kesalahannya berujung pada gol pembuka dan kalah dalam duel sepak pojok untuk gol kedua, juga menunjukkan performa yang kurang meyakinkan. Ini menyoroti masalah mendalam di tubuh Everton yang membutuhkan solusi komprehensif.





