Jakarta – Xabi Alonso hanya bertahan delapan bulan sebagai pelatih Real Madrid. Mantan rekan setimnya, Gareth Bale, mengaku tidak terkejut dengan pemecatan tersebut, seraya menyoroti kompleksitas melatih di klub raksasa Spanyol itu.
Alasan di Balik Ketidakkejutan Bale
Xabi Alonso direkrut Real Madrid pada musim panas 2025 dengan harapan besar. Namun, kerja sama tersebut hanya berlangsung delapan bulan sebelum kedua belah pihak memutuskan berpisah. Gareth Bale, yang pernah membela Real Madrid selama bertahun-tahun, dimintai tanggapan mengenai pemecatan Alonso.
“Saya sama sekali tidak terkejut,” ujar Bale kepada TNT Sports, seperti dikutip pada Kamis (22/1/2026), sembari tersenyum kecil. “Saya mengerti cara kerja Real Madrid. Itu tempat tersulit bagi setiap pelatih.”
Kompleksitas Melatih di Real Madrid
Meskipun tidak terkejut, Bale tetap menunjukkan rasa hormatnya kepada Xabi Alonso. Ia mengakui Alonso sebagai pelatih yang luar biasa, yang mampu mengembangkan bakat pemain dan terbukti sukses membawa Bayer Leverkusen menjuarai Bundesliga.
Namun, Bale menekankan bahwa Real Madrid memiliki tantangan yang berbeda dan lebih besar, terutama dalam mengelola ego para pemain bintang. “Dia pelatih yang bagus, tapi ketika di Madrid, Anda tidak hanya sekadar pelatih. Anda jadi seorang manajer yang harus bisa mengendalikan ego di ruang ganti,” jelas Bale.
Ia menambahkan, “Madrid dipenuhi pemain bintang yang bisa mengubah permainan. Alonso bagus dalam melatih dan soal taktik, sayangnya tidak berhasil di Madrid.”
Gareth Bale sendiri memiliki rekam jejak impresif bersama Real Madrid, dengan mencatatkan 258 penampilan untuk klub berjuluk Los Blancos tersebut.





