Format Penulisan Essay dan Contoh Penerapannya

Banyak yang bisa menulis essay, tetapi bukan essay yang baik. Agar baik, terapkan format penulisan essay berikut ini.
Format Penulisan Essay

Pernahkah kamu merasa punya ide brilian di kepala, tapi saat mencoba menuliskannya, semuanya jadi berantakan? Atau mungkin, kamu pernah ikut lomba esai tapi kalah hanya karena juri bilang, “Tulisanmu tidak terstruktur”?

Tenang, itu masalah klasik yang dihadapi hampir semua penulis pemula.

Banyak mahasiswa yang masih bingung membedakan antara Essay dan Makalah. Akibatnya, tulisan menjadi terlalu kaku, bertele-tele, dan kehilangan “nyawanya”. Padahal, esai adalah wadah bagi kamu untuk menyuarakan opini yang didukung fakta, dengan gaya yang lebih luwes dan tajam.

Jika kamu ingin tulisanmu dilirik dosen atau memenangkan hati juri, kuncinya bukan hanya pada ide yang wah, tapi pada cara kamu menyajikannya.

Apa Itu Essay?

Secara sederhana, essay (esai) adalah tulisan pendek yang berisi pandangan atau argumen penulis tentang suatu topik tertentu.

Bedanya dengan makalah apa?

  • Makalah: Cenderung sangat formal, bab-nya banyak (Bab 1, 2, 3), dan sangat deskriptif.
  • Essay: Lebih ringkas, fokus pada satu ide utama, dan menonjolkan opini penulis yang didukung data.

Bayangkan makalah itu seperti “menu prasmanan” yang lengkap dan banyak, sedangkan esai adalah “sajian piring tunggal” yang padat, lezat, dan langsung mengenyangkan.

Mengapa Format Penulisan Essay Itu Penting?

Mungkin kamu berpikir, “Ah, yang penting kan isinya bagus.” Salah besar. Tanpa format yang jelas, ide jeniusmu akan sulit dipahami.

Berikut alasan kenapa kamu wajib paham format penulisan essay yang benar:

  1. Memandu Jalan Pikiran Pembaca
    Format yang rapi bertindak seperti peta. Ini membantu pembaca (dosen atau juri) mengikuti alur logikamu dari A sampai Z tanpa tersesat.
  2. Terlihat Profesional dan Kredibel
    Tulisan yang terstruktur menunjukkan bahwa penulisnya punya pola pikir yang rapi. Di mata juri lomba, ini adalah poin plus yang sangat besar.
  3. Memudahkan Kamu Menulis
    Saat kamu sudah punya kerangkanya, kamu tidak akan mengalami writer’s block (kebuntuan menulis) karena kamu tahu persis apa yang harus ditulis di paragraf selanjutnya.

Format Penulisan Essay

Nah, Pembaca Ihwal.id, mari kita masuk ke “dapur” penulisan.

Secara umum, baik untuk tugas kuliah maupun lomba, format essay menggunakan struktur “I.B.C” (Introduction, Body, Conclusion). Jangan bayangkan ini rumit, kita akan gunakan analogi Sandwich (Burger).

1. Roti Bagian Atas: Pendahuluan

Ini adalah penentu apakah pembaca akan lanjut membaca atau berhenti. Bagian ini memuat:

  • Hook (Pancingan): Kalimat pembuka yang mengejutkan, data statistik, atau pertanyaan retoris.
  • Latar Belakang Masalah: Kenapa topik ini penting dibahas sekarang?
  • Thesis Statement (Pernyataan Tesis): Ini adalah “jantung” esaimu. Satu kalimat yang merangkum inti argumen atau posisimu dalam topik tersebut.

2. Isian Daging & Sayur: Isi Pemaparan IDE

Di sinilah kamu “berperang” dengan argumen. Biasanya terdiri dari 3-5 paragraf. Setiap paragraf harus punya:

  • Kalimat Utama (Topic Sentence): Ide pokok paragraf tersebut.
  • Bukti/Data (Evidence): Fakta, hasil riset, atau kutipan ahli yang mendukung opinimu.
  • Analisis: Penjelasanmu tentang bagaimana data tersebut mendukung tesis utamamu.

3. Roti Bawah: Penutup (Conclusion)

Jangan hanya mengulang kata-kata di atas. Penutup harus “nendang”.

  • Restatement: Tulis ulang tesismu dengan bahasa yang berbeda.
  • Rangkuman Poin: Ingatkan pembaca pada argumen terkuatmu.
  • Closing Statement/CTA: Berikan pandangan ke masa depan atau ajakan bertindak (solusi).

Contoh Penerapan (Studi Kasus)

YUK STUDI KASUS DENGAN CONTOH
YUK STUDI KASUS DENGAN CONTOH

Agar lebih mudah dipahami, mari kita bedah contoh kerangka essay dengan topik kekinian seperti “Pengaruh Video Pendek Terhadap Attention Span Mahasiswa”.

Bayangkan kamu sedang menulis ini untuk tugas mata kuliah Psikologi atau Komunikasi.

Judul: Generasi “Scroll”: Bagaimana Video Pendek Menggerus Fokus Mahasiswa

Bagian 1: Pendahuluan

  • Hook: “Tahukah Anda? Rata-rata mahasiswa saat ini hanya mampu fokus selama 47 detik sebelum teralihkan kembali ke layar ponsel.”
  • Masalah: Fenomena TikTok, Reels, dan Shorts membuat kita terbiasa dengan hiburan instan berdurasi 15-60 detik.
  • Thesis Statement: Meskipun menghibur, konsumsi video pendek yang berlebihan secara nyata menurunkan rentang perhatian (attention span) mahasiswa, yang berdampak buruk pada performa akademis.

Bagian 2: Isi (Body)

Paragraf Argumen 1 (Dopamin Instan)

  • Ide: Video pendek memberikan kepuasan instan (dopamin) yang membuat otak malas memproses informasi panjang.
  • Data: Mengutip studi tentang sistem reward di otak.

Paragraf Argumen 2 (Dampak di Kelas)

  • Ide: Ketidakmampuan fokus pada kuliah yang berdurasi panjang (90 menit).
  • Analisis: Mahasiswa jadi cepat bosan saat dosen menjelaskan teori karena tidak ada visual cepat seperti di TikTok.

Paragraf Solusi (Opsional tapi bagus)

  • Ide: Perlunya “Puasa Dopamin” atau pembatasan screen time.

Bagian 3: Penutup

Simpulan: Video pendek mengubah cara kerja otak kita menjadi tidak sabaran.

Closing: Jika tidak dikendalikan, kita akan melahirkan generasi yang cerdas secara informasi tapi lemah dalam kedalaman berpikir. Mulailah letakkan ponselmu dan latih fokusmu kembali.

4 Langkah Praktis Memulai Tulisanmu

Sudah paham formatnya? Sekarang saatnya eksekusi. Jangan langsung mengetik paragraf pertama! Ikuti langkah ini agar tidak pusing:

1. Tentukan Topik & Posisi (Brainstorming)

Tentukan kamu ada di pihak mana (Pro atau Kontra). Essay yang plin-plan (netral tanpa pendirian) biasanya membosankan.

2. Riset Data Dulu Pakai Data Skunder

Cari 2-3 jurnal atau berita kredibel. Jangan hanya modal “katanya”. Simpan sumbernya untuk dikutip nanti.

3. Buat Outline (Kerangka Tulisan)

Tulis poin-poinnya saja seperti contoh “Metode Burger” di atas. Ini akan menjagamu agar tidak melenceng dari topik (OOT).

4. Tulis Draft Kasar (Free Writing)

Tulis saja semua yang ada di kepalamu mengikuti outline. Jangan pedulikan typo atau tata bahasa dulu. Yang penting selesai. Setelah itu, baru lakukan pengeditan (baca ulang).

Menulis essay dengan format penulisan essay yang benar bukan soal mematuhi aturan kaku agar dosen senang. Lebih dari itu, ini adalah cara melatih pikiranmu agar lebih tajam, kritis, dan sistematis.

Ingat, tidak ada tulisan yang langsung sempurna di percobaan pertama. Tulisan yang memenangkan lomba atau mendapat nilai A adalah tulisan yang melewati proses editing dan penyempurnaan.

Ikuti kami di Google News: Follow Kami

Bagikan Berita Ini

Berita terkait