Fenomena Air Laut Dua Warna di Pantai Baron Pikat Wisatawan

Fenomena air laut dua warna di Pantai Baron akibat banjir sungai bawah tanah jadi daya tarik wisatawan Gunungkidul.
Air Laut Dua Warna di Pantai Baron

Ihwal.id – Pemandangan tak biasa kembali menghiasi kawasan wisata Pantai Baron, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sejak Senin (24/11/2025) pagi, air di kawasan pantai tersebut terlihat terbagi menjadi dua warna yang kontras, yakni cokelat dan biru.

Fenomena alam yang terjadi akibat luapan sungai bawah tanah ini sukses menarik perhatian masyarakat yang berbondong-bondong datang untuk menyaksikannya secara langsung, sebagaimana dikonfirmasi oleh Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 Pantai Baron, Surisdiyanto.

Perubahan warna air laut ini bermula dari tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah utara Gunungkidul sejak Minggu (23/11/2025) malam. Air hujan tersebut kemudian mengalir deras masuk ke sistem sungai bawah tanah yang bermuara tepat di bibir Pantai Baron, membawa material tanah yang pekat.

Pertemuan Arus Sungai dan Laut

Mekanisme terjadinya dua warna ini disebabkan oleh pertemuan dua massa air dengan karakteristik berbeda. Air dari sungai bawah tanah yang meluap membawa material lumpur sehingga berwarna cokelat pekat, sementara air laut tetap mempertahankan warna alaminya yang biru. Saat keduanya bertemu di muara, tercipta garis batas yang jelas seolah-olah kedua jenis air tersebut enggan menyatu.

“Kalau hujan deras, pasti di sungai bawah tanah akan meluap dengan debit lebih tinggi dari biasanya,” kata Surisdiyanto menjelaskan situasi tersebut.

Dari pernyataan itu, dijelaskan bahwa banjir pada aliran sungai bawah tanah merupakan pemicu utama fenomena ini. Debit air yang tinggi mendorong air tawar bercampur lumpur masuk lebih jauh ke area laut, menciptakan gradasi warna yang unik dan langka.

Siklus Musiman yang Bergantung Cuaca

Fenomena dua warna di Pantai Baron sejatinya bukanlah kejadian pertama, melainkan siklus yang kerap berulang saat musim penghujan tiba. Durasi pemandangan unik ini sangat bergantung pada kondisi cuaca di hari-hari berikutnya.

Menurut penjelasan pihak terkait, kondisi air dua warna ini biasanya akan bertahan selama dua hingga tiga hari ke depan. Estimasi tersebut berlaku dengan catatan cuaca kembali cerah dan tidak ada hujan susulan yang signifikan. Namun, apabila curah hujan kembali tinggi, maka fenomena gradasi warna air ini diprediksi akan bertahan dalam durasi yang lebih lama.

Dilansir dari pemberitaan Koran Jakarta, antusiasme wisatawan terlihat meningkat seiring munculnya fenomena ini. Banyak pengunjung yang sengaja mengabadikan momen langka di mana air laut tampak seperti terbelah oleh perbedaan warna yang mencolok.

Ikuti kami di Google News: Follow Kami

Bagikan Berita Ini

Berita terkait