Sepakbola

Eksperimen Mikel Arteta: Bukayo Saka Coba Peran Baru Gelandang di Piala FA

Manajer Arsenal, Mikel Arteta, memberikan sinyal kuat mengenai kemungkinan peran baru untuk Bukayo Saka. Eksperimen ini terbukti membuahkan hasil positif saat Arsenal sukses membantai Wigan Athletic 4-0 dalam laga putaran keempat Piala FA, Senin (16/2/2026).

Saka Dimainkan Lebih Sentral

Dalam pertandingan tersebut, Arteta tidak menempatkan Saka di posisi sayap yang biasa ia tempati. Pemain Timnas Inggris ini justru dicoba sebagai gelandang nomor 8. Keputusan taktis ini langsung berbuah manis, Arsenal tampil agresif dan berhasil mencetak empat gol dalam waktu kurang dari 30 menit melalui Noni Madueke, Gabriel Martinelli, Gabriel Jesus, dan gol bunuh diri Jack Hunt. Kemenangan ini memastikan The Gunners melaju ke babak selanjutnya.

Saka sendiri awalnya tidak masuk dalam susunan pemain inti. Ia baru masuk ke dalam daftar starter setelah Riccardo Calafiori mengalami cedera saat pemanasan. Arteta kemudian mengambil keputusan tak biasa dengan memainkan Saka di posisi yang lebih sentral.

Arteta: Kemungkinan Akan Dicoba Lagi

Arteta mengakui bahwa penempatan Saka di posisi baru ini memang sudah lama ingin ia coba. Ia tidak menutup kemungkinan bahwa Saka akan lebih sering dimainkan di posisi tersebut di masa depan.

“Itu adalah sebuah kemungkinan yang sudah lama ingin saya coba dan kami mungkin akan melakukannya lagi di masa depan,” ujar Arteta seperti dilansir Goal.com.

Lebih lanjut, Arteta menjelaskan bahwa masih banyak laga, kompetisi, dan skenario berbeda yang bisa dihadapi Arsenal di sisa musim ini. “Masih ada banyak laga, kompetisi, dan skenario berbeda untuk musim ini dan itu adalah sebuah kemungkinan yang kami miliki,” tambahnya.

Keuntungan Taktis Posisi Baru Saka

Menurut Arteta, posisi yang lebih sentral memberikan keuntungan taktis bagi Saka. Ia menjadi lebih dekat dengan gawang lawan dan pergerakannya lebih sulit dibaca. Dari posisi tersebut, Saka juga tetap dapat memanfaatkan lebar lapangan seperti biasa.

“Ya, dia bermain lebih sentral, lebih dekat ke gawang. Itu membuat lawan lebih sulit terus-menerus menentukan patokan penjagaannya. Dia juga bisa bertukar posisi dengan pemain sayap, dan dia sangat bagus dalam mencari ruang-ruang itu. Saat berada di sana, dia benar-benar bisa menyakiti lawan dengan bola di kakinya,” jelas Arteta.