Mali – Seorang tokoh spiritual di Mali, Karamogo Sinayoko, harus berurusan dengan pihak kepolisian setelah aksinya menjanjikan kemenangan bagi tim nasional negara itu di Piala Afrika. Sinayoko dilaporkan meminta sumbangan dana dari masyarakat dengan iming-iming ‘kekuatan magis’ untuk membawa Mali meraih gelar juara.
Menurut laporan AFP, Sinayoko berhasil mengumpulkan dana hingga ratusan juta rupiah dari para pendukung yang percaya pada kemampuannya. Kepercayaan ini sempat terbayar ketika Timnas Mali menunjukkan performa yang cukup baik di fase grup, termasuk menahan imbang tuan rumah Maroko dan mengalahkan Tunisia melalui adu penalti untuk melaju ke perempat final.
Namun, langkah Mali terhenti di perempat final setelah kalah tipis 0-1 dari Senegal. Kekalahan ini memicu kemarahan massa yang kemudian menargetkan Sinayoko. Pihak kepolisian akhirnya mengamankan sang dukun.
Praktik perdukunan sebenarnya dilarang di Mali. Namun, penangkapan Sinayoko ini memiliki cerita tersendiri. Kepolisian dilaporkan sempat berencana menangkap Sinayoko lebih awal karena praktik pengumpulan sumbangan ilegal. Akan tetapi, tingginya dukungan masyarakat terhadap Sinayoko membuat polisi mengurungkan niatnya untuk menghindari potensi gesekan sosial.
Pada akhirnya, setelah Mali tersingkir dari turnamen, Sinayoko tetap diamankan oleh pihak berwajib.






