Cristiano Ronaldo dikabarkan siap kembali bermain untuk klubnya, Al Nassr, setelah sempat melakukan mogok bermain dalam dua pertandingan terakhir. Situasi yang sempat memanas ini, yang dijuluki ‘drama CR7’, kini dilaporkan telah menemukan titik terang.
Alasan Mogok Main Cristiano Ronaldo
Menurut laporan ESPN, ketidakpuasan Cristiano Ronaldo berawal dari perbedaan pandangan dengan Public Investment Fund (PIF), entitas yang menguasai saham mayoritas klub-klub besar Arab Saudi, termasuk Al Nassr, Al Ittihad, Al Hilal, dan Al Ahli. Ronaldo merasa PIF tidak mengalokasikan dana yang cukup untuk Al Nassr dalam bursa transfer musim dingin Januari 2026. Hal ini kontras dengan langkah Al Hilal yang berhasil mendatangkan Karim Benzema dari Al Ittihad, yang semakin memperkuat posisi mereka di puncak klasemen Saudi Pro League.
Absennya Ronaldo dalam dua laga tersebut tidak serta-merta membuat Al Nassr terpuruk. Tim berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas Al Riyadh dan mengalahkan Al Ittihad dengan skor 2-0.
Tuntutan Terpenuhi, Otonomi Manajemen Dikembalikan
Di tengah spekulasi yang beredar liar mengenai masa depan Ronaldo, termasuk kemungkinan dilepas pada akhir musim dan ketidaksenangan pemerintah Arab Saudi atas gaji besar yang diterimanya, pihak PIF dilaporkan telah melakukan pertemuan dengan sang pemain. Dalam pertemuan tersebut, Ronaldo menyetujui untuk kembali bermain setelah tuntutannya dipenuhi.
Tuntutan utama Ronaldo adalah pengembalian otonomi manajemen kepada para eksekutif puncak klub. Ia juga meminta Al Nassr untuk menyelesaikan tunggakan gaji beberapa rekan setimnya. Akibat dari mogok bermain Ronaldo, Simao Coutinho (Direktur Olahraga Al Nassr) dan Jose Semedo (CEO Al Nassr) sempat diskors oleh PIF, namun kini mereka dikabarkan dapat kembali bekerja.
Statistik dan Posisi Al Nassr
Musim ini, Cristiano Ronaldo telah tampil dalam 22 pertandingan bersama Al Nassr, mencetak 18 gol dan memberikan tiga assist. Saat ini, Al Nassr menempati posisi kedua klasemen Saudi Pro League, hanya terpaut satu poin dari Al Hilal yang berada di puncak.
Tanggapan Saudi Pro League
Sebelumnya, pihak Saudi Pro League telah memberikan pernyataan terkait aksi mogok Ronaldo. Mereka menegaskan bahwa setiap klub di liga beroperasi secara independen di bawah aturan yang sama.
“Saudi Pro League terstruktur berdasarkan prinsip sederhana, setiap klub beroperasi secara independen di bawah aturan yang sama,” demikian pernyataan resmi Saudi Pro League.
“Setiap klub memiliki dewan pengurus, eksekutif, dan kepemimpinan sepakbola sendiri. Keputusan mengenai perekrutan, pengeluaran, dan strategi berada di tangan klub-klub tersebut, dalam kerangka keuangan yang dirancang untuk memastikan keberlanjutan dan keseimbangan kompetitif. Kerangka kerja tersebut berlaku sama di seluruh liga.”






