Sepakbola

Dominasi Arsenal di Fase Grup Liga Champions 2025/2026: Sempurna, Subur, dan Solid

Fase liga UEFA Champions League (UCL) 2025/2026 telah usai, menyisakan berbagai catatan statistik menarik. Arsenal tampil sebagai tim paling dominan, memuncaki hampir seluruh kategori penting, mulai dari kesempurnaan poin hingga ketangguhan pertahanan.

Arsenal Pimpin Hampir Semua Kategori Statistik

Format baru kompetisi dengan delapan pertandingan di fase liga ini melahirkan tim-tim yang tampil impresif. Arsenal, yang dijuluki The Gunners, tidak hanya meraih hasil sempurna, tetapi juga menunjukkan ketajaman lini serang dan kekokohan lini belakang.

Statistik Kunci Fase Liga UCL 2025/2026

  • Paling Sempurna: Arsenal menjadi satu-satunya tim yang meraih 24 poin dari 8 pertandingan, memenangkan setiap laga. Bayern Munich menyusul dengan 7 kemenangan, dan Liverpool dengan 6 kemenangan.
  • Paling Subur: Arsenal mencetak gol terbanyak dengan 23 gol, diikuti oleh Bayern Munich dan Barcelona (masing-masing 22 gol), serta Real Madrid dan PSG (masing-masing 21 gol). Produktivitas gol Arsenal terbukti konsisten di setiap pertandingan.
  • Paling Solid: Pertahanan Arsenal menjadi yang terkuat dengan hanya kebobolan 4 gol. Inter Milan, Newcastle United, dan Tottenham Hotspur masing-masing kebobolan 7 gol. Rata-rata kebobolan Arsenal hanya 0,5 gol per laga.
  • Selisih Gol Terbaik: Arsenal memimpin dengan selisih gol +19, mengungguli Bayern Munich (+14) dan Liverpool (+12). Ini menunjukkan kemenangan meyakinkan yang diraih Arsenal.
  • Tim ‘Dermawan’ (Paling Sering Kebobolan): Di sisi lain, Kairat Almaty menjadi tim yang paling sering dibobol lawan dengan 22 gol. Ajax, Eintracht Frankfurt, FC København, dan Qarabag FK masing-masing kebobolan 21 gol.
  • Drama Tiket Play-off: Persaingan sengit terjadi di papan bawah. Bodø/Glimt dan Benfica berhasil lolos ke babak play-off Liga Champions berkat keunggulan selisih gol, meskipun mengoleksi poin yang sama (9 poin) dengan Marseille, Pafos, dan Union Saint-Gilloise. Ketiga tim terakhir ini harus terdegradasi ke kompetisi lain karena kalah dalam selisih gol.