Sepakbola

Dokumen Jeffrey Epstein Ungkap Keterlibatan Franck Ribery dalam Prostitusi Anak

Nama pesepak bola ternama, Franck Ribery, muncul dalam jutaan dokumen terkait kasus predator seks Jeffrey Epstein yang dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) pada akhir Januari 2026. Dokumen yang kini dapat diakses publik tersebut mencakup ribuan video dan ratusan ribu gambar, serta memuat banyak nama dari kalangan selebriti, pengusaha, hingga pejabat tinggi. Penting untuk dicatat bahwa penyebutan nama dalam dokumen ini belum berarti tuduhan atau dakwaan kejahatan terkait Epstein.

Menurut laporan dari Bavarian Football Works, nama eks bintang Bayern Munich dan Timnas Prancis ini pertama kali tercantum pada halaman 26 dokumen. Dalam salah satu kesaksian, Ribery dikisahkan mencoba memukul seorang saksi korban kejahatan Epstein di sebuah lokasi yang disensor di Prancis. Kejadian ini dilaporkan terjadi pada waktu yang tidak diketahui. Dokumen tersebut juga menyebutkan bahwa Ribery memperoleh nomor telepon dan alamat korban, yang identitasnya disensor dalam berkas.

Situasi semakin mengejutkan pada halaman 28, di mana seorang saksi menyatakan bahwa Franck Ribery meminta jasa prostitusi dari gadis-gadis berusia 14 tahun kepada Sylvain Cormier, yang diidentifikasi sebagai pengacara Karim Benzema. Kesaksian lain pada halaman 30 memperkuat dugaan ini, dengan korban menyatakan bahwa keterlibatan Ribery dalam dunia prostitusi ‘tidak perlu dibuktikan lagi’. Korban juga mengaku dipukuli oleh Sylvain Cormier atas perintah Ribery.

“Saya melihat seseorang mendekati saya setelah saya dewasa sekitar [disensor] dan tahun-tahun berikutnya, seperti Franck Ribery. Keterlibatannya dalam dunia prostitusi tidak perlu dibuktikan lagi,” demikian kesaksian korban kejahatan Jeffrey Epstein dalam dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat.

Korban menambahkan, “Melalui pengacara kriminalnya, Sylvain Cormier, di Lyon [disensor], saya dipukuli olehnya. Dia berkata, “Franck yang memintaku melakukan ini!””.

Franck Ribery dan Karim Benzema sendiri pernah tersangkut kasus serupa pada tahun 2010, di mana keduanya didakwa karena meminta layanan dari pelacur di bawah umur. Namun, dakwaan tersebut dibatalkan oleh pengadilan Prancis pada tahun 2014.