Sepakbola

Derby Manchester: Diogo Dalot Lolos Kartu Merah, Liga Inggris Beri Penjelasan

Manchester United berhasil meraih kemenangan 2-0 atas Manchester City dalam laga lanjutan Liga Inggris di Old Trafford pada Sabtu (17/1/2026). Gol kemenangan dicetak oleh Bryan Mbeumo pada menit ke-65 dan Patrick Dorgu di menit ke-76. Kemenangan ini membawa MU naik ke urutan kelima klasemen dengan 35 poin, sekaligus memberikan debut manis bagi manajer baru mereka, Michael Carrick. Sementara itu, kekalahan ini membuat Manchester City gagal memangkas jarak dengan Arsenal di puncak klasemen, tertahan di urutan kedua dengan 43 poin.

Kontroversi Tekel Dalot

Pertandingan Derby Manchester ini diwarnai oleh keputusan kontroversial wasit Anthony Taylor. Pada menit ke-20, Diogo Dalot melakukan tekel berbahaya ke arah lutut Jeremy Doku. Pemain sayap asal Belgia tersebut terlihat mengerang kesakitan setelah insiden tersebut. Namun, Anthony Taylor hanya memberikan kartu kuning kepada bek sayap asal Portugal itu. Keputusan ini semakin diperdebatkan karena Video Assistant Referee (VAR) tidak melakukan intervensi untuk mengubah keputusan wasit.

Pihak Liga Inggris melalui Premier League Match Centre di X, memberikan penjelasan terkait keputusan wasit dan VAR. Mereka menyatakan bahwa VAR telah memeriksa tekel Dalot ke Doku dan menilai kontak tersebut bukan termasuk pelanggaran keras. “Keputusan wasit memberikan kartu kuning kepada Dalot karena tekel yang ceroboh telah diperiksa dan dikonfirmasi oleh VAR – kontak tersebut dianggap hanya menyerempet dan bukan dengan kekuatan berlebihan,” bunyi pernyataan tersebut.

Kritik dari Mantan Wasit

Meski demikian, penilaian VAR terhadap tekel Dalot menuai kritik dari mantan wasit Liga Inggris, Mike Dean. Dean berpendapat bahwa Dalot seharusnya layak mendapatkan kartu merah. Ia menilai tekel tersebut terlalu tinggi hingga mengenai lutut Doku yang tertekuk ke belakang.

“Sudah disetujui oleh Craig Pawson [melalui VAR]. Tapi bagi saya, itu 100 persen kartu merah. Tidak ada banyak kekuatan di dalamnya, [tapi] terlalu tinggi. Lututnya tertekuk ke belakang. Bagi saya, itu kartu merah,” ujar Dean seperti dikutip dari Sky Sports.

Insiden ini memicu perdebatan mengenai standar penegakan aturan dalam pertandingan sepak bola, terutama terkait tekel berbahaya.