Riyadh – Dua megabintang sepak bola dunia, Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema, dilaporkan mulai menunjukkan ketidakpuasan terhadap klub masing-masing di Saudi Pro League. Fenomena ini memicu sorotan tajam terhadap dinamika transfer dan manajemen klub di liga Arab Saudi.
Ronaldo Protes Aktivitas Transfer Al Nassr
Cristiano Ronaldo, yang bergabung dengan Al Nassr pada akhir 2022, disebut-sebut merasa kesal dengan minimnya aktivitas transfer klubnya pada bursa Januari. Pemain asal Portugal itu dikabarkan menolak bermain dalam laga melawan Al Riyadh sebagai bentuk protes. Ia merasa Al Nassr berisiko tertinggal dari para pesaingnya jika tidak melakukan peremajaan skuad.
Kepindahan Ronaldo ke Al Nassr memang menjadi pemicu gelombang pemain top Eropa hijrah ke Timur Tengah. Namun, kini ia tampaknya menuntut lebih dari sekadar kehadiran pemain bintang.
Benzema Pindah ke Al Hilal Akibat Merasa Tak Dihormati
Tak berselang lama, Karim Benzema menyusul Ronaldo ke Saudi Pro League dengan bergabung ke Al Ittihad. Namun, kebersamaan Benzema dengan Al Ittihad tak berlangsung lama. Laporan dari L’Equipe menyebutkan bahwa Benzema merasa tidak dihargai oleh manajemen Al Ittihad terkait tawaran kontrak baru. Klub tersebut diduga hanya ingin mengontraknya secara gratis dengan hanya membayar hak citranya.
Merasa tidak dihormati, Benzema dilaporkan memilih untuk mogok bermain dan latihan terpisah sebelum akhirnya memutuskan pindah ke Al Hilal. Kepindahan ini menambah kekuatan Al Hilal yang saat ini memimpin klasemen Saudi Pro League dengan 47 poin.
Persaingan Ketat di Papan Atas
Kedatangan Benzema ke Al Hilal semakin memperkuat tim asuhan Simone Inzaghi, yang sudah diperkuat oleh kiper Yassine Bounou, penyerang Darwin Nunez, dan gelandang Ruben Neves. Sementara itu, Al Nassr yang diperkuat Cristiano Ronaldo masih tertahan di posisi kedua klasemen dengan 46 poin. Persaingan memperebutkan gelar juara Saudi Pro League musim ini diprediksi akan semakin sengit.
Situasi ini menunjukkan bahwa meskipun liga Arab Saudi berhasil menarik banyak bintang top, tantangan terkait manajemen pemain dan ekspektasi yang tinggi tetap menjadi isu krusial.






