IHWAL.ID – Masa depan Enzo Maresca sebagai manajer Chelsea berada di ambang ketidakpastian ekstrem, dengan laporan media Inggris yang mengindikasikan bahwa ahli taktik asal Italia itu kemungkinan besar akan meninggalkan Stamford Bridge hari ini (01/01). Situasi ini mencuat setelah serangkaian hasil buruk dan ketegangan internal yang semakin memuncak.
Rumor pergantian pelatih ini telah menjadi topik hangat setelah hubungan antara Maresca dan manajemen klub dikabarkan telah retak parah.
Spekulasi mengenai kepergiannya semakin santer beredar, bahkan beberapa media besar telah mengonfirmasi kemungkinan tersebut.
Keretakan Hubungan dan Isyarat Kepergian Pelatih
Menurut laporan dari The Guardian, jalinan relasi antara Enzo Maresca dan Chelsea kini berada di titik terendah. Sang manajer dilaporkan telah bersiap untuk mengakhiri masa kerjanya bersama The Blues.
Maresca sendiri dikabarkan ingin meninggalkan klub, bahkan terbuka untuk berpisah tanpa kompensasi finansial, meskipun kontraknya baru akan berakhir pada tahun 2029.
Sky Sports bahkan telah menegaskan bahwa Maresca tidak akan mendampingi Chelsea dalam laga tandang melawan Manchester City.
Pertandingan putaran ke-20 Liga Primer Inggris di Stadion Etihad akhir pekan ini diprediksi tanpa kehadirannya di bangku cadangan.
Sumber internal menyimpulkan, “Ada kemungkinan Maresca akan meninggalkan Chelsea sebelum hari Jumat.”
Ketidakhadiran Konferensi Pers sebagai Pemicu
Ketegangan di internal Chelsea semakin menjadi-jadi setelah Maresca absen dalam konferensi pers pasca pertandingan pada 31 Desember. Ia tidak hadir setelah timnya bermain imbang melawan Bournemouth, dengan alasan kesehatan sebagai dalih.
Namun, banyak pihak meyakini bahwa ketidakhadiran tersebut merupakan penolakan yang disengaja. Hal ini diduga terkait dengan pertimbangan masa depannya dan rasa ketidakpuasan yang tampak terhadap beberapa aspek proyek di Chelsea.
Penurunan Performa dan Hasil Buruk Pemicu Utama
Sejak kemenangan telak 3-0 atas Barcelona pada bulan November, performa Chelsea menunjukkan grafik menurun secara konsisten. Tim asal London ini hanya mampu meraih satu kemenangan dari tujuh pertandingan terakhir mereka di Liga Primer.
Hasil imbang 2-2 melawan Bournemouth pada pertengahan pekan lalu dianggap sebagai pemicu terakhir yang mendorong situasi ini ke titik didih. Hasil tersebut semakin memperjelas inkonsistensi yang melanda tim di bawah kepemimpinan Maresca.
Chelsea Lirik Penerus Potensial
Di tengah kekacauan ini, Chelsea dilaporkan telah mengarahkan pandangan mereka kepada manajer Strasbourg, Liam Rosenior. Rosenior dipandang sebagai kandidat penerus jangka panjang yang sangat dihormati.
Namanya sudah lama masuk dalam daftar pantauan klub sebagai opsi potensial untuk masa depan tim.
Dari Awal Gemilang hingga Keterpurukan
Maresca memulai perjalanannya sebagai pelatih kepala Chelsea pada musim panas 2024 dengan kontrak berdurasi lima tahun, plus opsi perpanjangan satu musim lagi. Mantan asisten Pep Guardiola ini awalnya mampu membawa The Blues meraih kemenangan di Conference League dan Piala Dunia Antarklub FIFA.
Namun, rentetan hasil positif tersebut berangsur-angsur tertutupi oleh serangkaian penampilan mengecewakan. Keterpurukan performa tim dalam beberapa waktu terakhir menjadi titik balik yang kini mengancam posisinya di kursi kepelatihan.







