Siapa disini yang merasa ide di kepala sangat brilian, tapi saat dituangkan ke dalam tulisan, hasilnya malah berantakan dan sulit dipahami? Atau mungkin kamu sering bingung harus mulai menulis dari mana karena takut argumenmu kurang kuat?
Woy tenang, Pembaca Ihwal.id, menulis esai yang berkualitas memang membutuhkan strategi khusus.
Sebuah esai yang baik tidak hanya dilihat dari panjang pendeknya tulisan, tetapi dari ketajaman analisis, pemaparan yang runtut, serta adanya refleksi mendalam. Selain itu, esai harus memiliki uraian kata yang bagus dan argumentasi yang kuat agar mudah dipahami oleh siapa pun yang membacanya.
Lantas, bagaimana proses meramu semua elemen tersebut menjadi satu tulisan yang utuh? Mari kita bedah langkah-langkahnya.
Apa Itu Esai yang Berkualitas?
Sebelum masuk ke teknis, kita perlu sepakat dulu. Esai yang baik adalah tulisan yang mampu menyampaikan gagasan penulis secara jelas dan meyakinkan.
Kuncinya ada pada keseimbangan. Kamu harus memadukan analisis yang tajam dengan gaya bahasa yang luwes. Tujuannya sederhana: agar pembaca tidak hanya mengerti apa yang kamu tulis, tapi juga menyetujui atau setidaknya merenungkan gagasan yang kamu tawarkan.
Mengapa Harus Mengikuti Tahapan Ini?
Mungkin kamu bertanya, “Kenapa tidak langsung menulis saja apa yang ada di pikiran?”
Menulis tanpa panduan langkah-langkah sering kali membuat tulisan jadi melebar ke mana-mana (tidak fokus). Dengan mengikuti tahapan cara membuat esai yang benar, kamu akan mendapatkan keuntungan nyata:
- Tulisan Lebih Terstruktur, artinya gagasanmu tidak lompat-lompat.
- Argumen Lebih Kuat karena didasari riset dan referensi yang jelas.
- Hemat Waktu, kamu tidak perlu sering merombak tulisan karena kerangkanya sudah matang sejak awal.
Langkah Cara Membuat Esai Dari Riset Hingga Jadi
Nah, Pembaca Ihwal.id, agar esai kamu memiliki kualitas analisis yang tajam dan mudah dipahami, ikutilah keenam langkah krusial berikut ini:
1. Menentukan Topik dan Gagasan Utama
Langkah pertama adalah fondasi. Kamu harus sadar bahwa tujuan penulisan esai bisa bermacam-macam. Misalnya, gaya bahasa dan pendekatan untuk esai beasiswa tentu akan sangat berbeda dengan esai ilmiah untuk tugas kuliah.
Pada tahap ini, tugasmu adalah menyeleksi gagasan. Setelah kamu mengumpulkan berbagai fakta atau ide, pikirkan cara untuk mengaitkan fakta-fakta tersebut dengan topik utamamu.
Jika gagasan utama sudah ketemu, segera tulislah kalimat pengantar (kalimat topik). Paragraf awal ini sangat vital karena harus memuat dua hal: pernyataan umum dan pernyataan tesis (inti dari argumenmu). Buatlah semenarik mungkin untuk mempresentasikan gagasanmu.
2. Menentukan Tema atau Tujuan Solutif
Esai yang berbobot biasanya diangkat dari sebuah permasalahan untuk kemudian dicarikan solusinya. Jadi, jangan hanya mengeluh atau memaparkan masalah, tapi tawarkan jalan keluar.
Sebaiknya, pilihlah tema yang benar-benar kamu pahami, sukai, atau kuasai. Kenapa? Agar kamu bisa menulis dengan luwes dan benar. Kalau kamu menulis tentang bidang yang kamu kuasai, tulisanmu akan terasa lebih “hidup” dan tidak kaku.
3. Membuat Kerangka Tulisan (Outline) & Referensi
Jangan remehkan kekuatan outline. Kerangka tulisan ini berfungsi memetakan gagasan agar kamu tidak tersesat saat menulis. Kamu bisa membuatnya dalam bentuk daftar kalimat singkat atau diagram alir.
- Perkaya Referensi: Di tahap ini, kamu wajib banyak membaca dan mencari informasi. Semakin banyak referensi yang kamu baca, semakin kaya gagasanmu.
- Batasi Masalah: Tentukan batasan tema yang akan dibahas. Tujuannya agar pembahasanmu mendalam dan fokus, tidak meluas ke hal-hal yang tidak perlu.
4. Mengembangkan Tulisan Sesuai Struktur
Sekarang saatnya “mengisi daging” pada kerangka yang sudah kamu buat. Pastikan gagasan disajikan sesuai struktur agar mudah dipahami pembaca.
Perhatikan hal-hal teknis berikut saat mengembangkan tulisan:
- Bahasa Baku: Gunakan ejaan, tanda baca, dan diksi yang baik. Perhatikan penggunaan kalimat efektif.
- Kalimat Utama: Pastikan setiap paragraf memiliki satu kalimat utama. Kalimat ini adalah fokus dari argumentasi paragraf tersebut.
- Kalimat Pendukung: Ikuti kalimat utama dengan kalimat penjelas untuk mengembangkan argumen.
- Bukti & Contoh: Sertakan bukti konkret untuk meyakinkan pembaca. Jika kamu mengutip pernyataan ahli atau penulis lain, wajib menyertakan referensi atau sumber kutipan dengan cara penulisan yang konsisten.
5. Menyunting Tulisan (Editing)
Jangan langsung dikumpulkan! Penulis yang baik selalu melakukan penyuntingan sebelum naskah dianggap selesai. Proses ini bertujuan memastikan esai memenuhi syarat tulisan yang bagus.
Ceklah tulisanmu secara menyeluruh:
Apakah bahasanya sudah baik?
Apakah format penulisannya sudah benar?
Apakah antar paragraf sudah padu (nyambung) dalam menyampaikan gagasan?
6. Revisi Esai (Final Check)
Langkah terakhir adalah “ujian” bagi tulisanmu sendiri. Lakukan evaluasi mandiri dengan mengajukan beberapa pertanyaan kunci:
- Kejelasan: Apakah paragraf dan argumen yang kamu tulis sudah benar, jelas, dan relevan dengan topik?
- Keseimbangan: Apakah argumenmu seimbang dan didukung oleh referensi yang cukup baik (tidak asal bunyi)?
- Jumlah Kata: Apakah kamu sudah memenuhi atau justru melebihi batas jumlah kata yang diperbolehkan?
Jika masih ada yang kurang, perbaiki segera.
Mulai Nulis Esai Dari Mana?
Agar kamu tidak bingung setelah membaca teori di atas, berikut langkah praktis yang bisa kamu lakukan sekarang juga:
- Pilih 1 Topik: Ambil kertas, tulis satu masalah yang paling kamu kuasai saat ini.
- Cari 3 Referensi: Cari minimal tiga artikel atau jurnal yang membahas masalah tersebut untuk bahan argumen.
- Buat Daftar Poin: Tulis poin-poin utama yang ingin kamu bahas (jangan menulis paragraf dulu, cukup poinnya).
- Tulis Kalimat Tesis: Tentukan satu kalimat yang menjadi “jantung” atau kesimpulan utama dari esaimu.
Membuat esai yang baik memang butuh proses, mulai dari riset mendalam hingga penyuntingan yang teliti. Namun, dengan mengikuti cara membuat esai di atas, tulisanmu tidak hanya akan sekadar selesai, tapi juga memiliki kualitas analisis yang tajam dan enak dibaca.
Ingat, esai yang hebat adalah esai yang mampu membuat pembacanya mengangguk setuju karena argumen yang kuat dan penyampaian yang jelas.






