Kiper Brentford, Caoimhin Kelleher, mengungkapkan bahwa tragedi meninggalnya Diogo Jota pada Juli lalu telah memberikan dampak mendalam pada performa Liverpool musim ini. Menurutnya, hasil pertandingan di lapangan kini tidak lagi menjadi prioritas utama bagi tim.
Dampak Kepergian Jota pada Liverpool
Diogo Jota, yang meninggal dunia dalam kecelakaan mobil di Spanyol pada usia 28 tahun, merupakan salah satu pilar penting bagi Liverpool, termasuk saat tim meraih gelar Premier League musim lalu. Kepergiannya yang mendadak menyisakan duka mendalam bagi rekan-rekan setimnya.
Meskipun Liverpool telah melakukan belanja pemain besar-besaran di bursa transfer musim panas, performa tim justru menurun drastis. Mereka kini tertahan di peringkat keenam klasemen sementara Liga Inggris, tertinggal 14 poin dari pemuncak klasemen, Arsenal. Situasi ini turut menempatkan manajer Arne Slot di bawah sorotan.
Pandangan Kelleher tentang Kesulitan Move On
Kelleher, yang hingga musim lalu masih berseragam Liverpool, memahami bahwa proses pemulihan dari kehilangan rekan setim tidaklah mudah. Ia menekankan bahwa ekspektasi publik untuk segera melupakan tragedi tersebut tidak realistis.
“Jelas, sepak bola adalah olahraga besar dan orang-orang memiliki opini, dan itu wajar. Publik mengharapkan Anda untuk segera melupakan hal itu, namun saya rasa itu tidak terjadi,” ujar Kelleher kepada The Independent, Jumat (6/2/2026).
Ia menambahkan, “Saya merasa agak aneh dan kesulitan saat mendengar orang-orang berbicara tentang para pemain Liverpool dan penampilan mereka, karena saya rasa musim ini bahkan tidak penting lagi dari aspek sepak bola bagi mereka.”
Dukungan untuk Rekan Setim
Kelleher mengaku masih menjalin komunikasi dengan beberapa pemain Liverpool dan memiliki banyak teman baik di sana. Ia menyadari bahwa ini adalah masa yang sangat sulit bagi mereka, dengan keadaan yang mungkin tidak sepenuhnya dipahami oleh orang luar.
“Tapi mungkin sedikit lebih mudah bagi saya, karena sudah jauh dari sana, dan tidak di dekat situasi itu setiap hari. Dari aspek individu, bagi saya untuk pergi dan bermain di tim utama jelas keputusan yang tepat, terlepas dari tragedi yang terjadi,” jelasnya.





