Manchester United kembali menuai kritik terkait penanganan penyerang muda mereka. Kali ini, Benjamin Sesko disebut-sebut bernasib serupa dengan Rasmus Hojlund, di mana MU dinilai terlalu membebani pemain belia dengan ekspektasi besar.
Sesko Tunjukkan Peningkatan, Namun Beban Tetap Berat
Benjamin Sesko menunjukkan performa menjanjikan dalam dua penampilan terbarunya. Ia berhasil mencetak dua gol ke gawang Burnley pada tengah pekan lalu, dan menambah satu gol saat menghadapi Brighton & Hove Albion pada Minggu (11/1/2026) malam WIB. Meskipun gol-gol tersebut tidak mampu membawa Manchester United meraih kemenangan (ditahan imbang 2-2 oleh Burnley dan kalah 1-2 dari Brighton), performa ini setidaknya memberikan suntikan kepercayaan diri bagi Sesko. Sebelumnya, ia hanya mampu mencetak dua gol dalam 17 pertandingan.
Momen peningkatan performa ini datang di tengah situasi klub yang sedang goyah pasca pemecatan manajer Ruben Amorim. Namun, setidaknya tekanan pada Sesko diharapkan sedikit mereda. Ironisnya, sorotan justru tertuju pada manajemen klub yang dinilai mengulang kesalahan yang sama seperti yang terjadi pada Rasmus Hojlund.
Manajemen MU Dikritik karena Mengulang Kisah Hojlund
Baik Hojlund maupun Sesko dianggap belum matang untuk menjadi tumpuan utama tim. Keduanya dinilai kekurangan dukungan dari pemain lain yang bisa meringankan beban mencetak gol.
Mantan gelandang MU, Owen Hargreaves, menyoroti situasi ini. “Dia adalah ancaman untuk pertahanan lawan, dia telah menunjukkannya, dan saya pikir masih banyak ruang untuk berkembang. Secara fisik, dia punya beberapa karakteristik yang luar biasa,” ujar Hargreaves seperti dikutip Metro.
Hargreaves menambahkan, “Saya rasa dia akan terus membaik. Tetapi tanggung jawab mencetak gol seharusnya tidak hanya dibebankan pada Benjamin Sesko.” Ia membandingkan dengan era kejayaan MU di masa lalu. “Dulu, United memiliki empat atau lima striker. Anda ingat Andy Cole, Dwight Yorke, Teddy Sheringham, Ole Gunnar Solskjaer. Kemudian mereka punya pemain-pemain muda yang muncul berikutnya: Wayne Rooney, Cristiano Ronaldo, [Carlos] Tevez.”
“Seharusnya bukan hanya Benjamin Sesko yang menanggungnya, seorang pemain muda yang masih belajar. Kita melihat itu dengan Rasmus Hojlund dan bagaimana akhirnya, dia dipinjamkan,” imbuhnya. “Jadi Anda punya pemain muda lain yang mencoba memikul semua beban mencetak gol-gol dan saya pikir itu terlalu berat untuk satu pemain muda.”
Nasib Hojlund di Napoli
Rasmus Hojlund saat ini tengah menjalani masa peminjaman di Napoli sejak musim panas tahun lalu. Di klub Italia tersebut, ia menunjukkan performa impresif dengan mencetak sembilan gol dan tiga assist dalam 23 pertandingan. Napoli dikabarkan serius mempertimbangkan untuk merekrutnya secara permanen.





