Tunggal putri Indonesia, Mutiara Ayu Puspitasari, menyatakan kepuasannya atas penampilan perdananya di Badminton Asia Team Championships 2026 (BATC 2026) saat menghadapi Hong Kong. Ia mengungkapkan ambisinya untuk berhadapan dengan peringkat satu dunia, An Se Young, di laga selanjutnya.
Indonesia Unggul atas Hong Kong
Indonesia berhasil unggul 2-1 atas Hong Kong berkat kemenangan Mutiara Ayu saat melawan Saloni Samirbhai Mehta di Qingdao Conson Gymnasium, China, pada Rabu (4/2/2026). Mutiara, yang juga merupakan Juara Asia Junior 2023, memenangkan pertandingan dengan skor 21-11 dan 22-20.
“Secara main sebenarnya buat ukuran hari pertama cukup memuaskan karena kita tahu lawannya bagus dan punya banyak pengalaman,” ujar Mutiara dalam keterangan resminya. Ia menambahkan, “Saya berpikir ini kesempatan besar untuk menunjukkan rasa tidak mau kalah terlebih hampir semua tunggal putri yang dibawa baru mau naik ke atas.”
Peran Pelatih dalam Kemenangan
Mutiara mengakui bahwa kemenangan ini tidak terlepas dari instruksi pelatih di lapangan, terutama saat ia tertinggal 16-20 di gim kedua. “Instruksi dari pelatih, mas Nunung (Subandoro) dan ci Shendy (Puspa Irawati) banyak membantu. Mereka selalu bilang belum selesai, belum game jadi saya pun tidak punya alasan buat menyerah,” tuturnya.
Ia melanjutkan, “Kalau dari permainan, saya coba masuk saja dan tidak banyak mengambil risiko dulu. Alhamdulillah bisa mengejar satu poin demi satu poin.”
Ambisi Mutiara Ayu di BATC 2026
Perjalanan tim beregu putri Indonesia menuju babak selanjutnya masih panjang. Indonesia dijadwalkan akan berhadapan dengan Jepang di fase Grup X. Jika berhasil lolos, mereka akan melaju ke perempatfinal, semifinal, dan final.
Mutiara memiliki keinginan kuat untuk bisa berhadapan langsung dengan tunggal putri nomor satu dunia, An Se Young dari Korea Selatan. Tim Korea Selatan sendiri berada di Grup Z, sehingga peluang bertemu dengan mereka baru terbuka di fase gugur.
“Di BATC ini saya berharap bisa bertemu An Se Young (Korea). Saya ingin seperti dia dan akan jadi pengalaman yang luar biasa dan banyak pelajaran yang saya mau ambil kalau bisa berbagi lapangan dengan dia,” ungkap pemain kelahiran Ngawi, 17 Mei 2006 ini.






