Sepakbola

Barcelona Tinggalkan European Super League Akibat Retaknya Hubungan dengan Real Madrid

Barcelona secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari gagasan European Super League (ESL) pada Sabtu, 7 Februari 2026. Keputusan ini menyisakan Real Madrid sebagai satu-satunya tim pionir yang masih bertahan dengan konsep liga tandingan tersebut. Kepulangan Barcelona ke dalam struktur sepak bola Eropa juga ditandai dengan perbaikan hubungan dengan UEFA dan European Football Clubs, yang sebelumnya menentang keras ESL.

Alasan Implementasi dan Hubungan yang Merenggang

Presiden Barcelona, Joan Laporta, menyatakan bahwa konsep liga baru tersebut dinilai sulit untuk diimplementasikan. Ia juga menyoroti memburuknya hubungan dengan rival abadi, Real Madrid, sebagai salah satu faktor penentu.

“Dengan UEFA, kami telah kembali ke keluarga sepak bola, secara definitif meninggalkan Super League,” ujar Laporta kepada saluran media resmi Barça, dikutip dari ESPN. “Kami pergi karena itu adalah proyek yang tidak dapat diimplementasikan. Sudah berantakan. Hanya ada pengeluaran dan pengeluaran; tidak ada keuntungan.”

Laporta menambahkan, “Hubungan dengan Real Madrid juga tidak baik dan itu adalah situasi yang selalu tidak nyaman.”

Perseteruan Laporta dan Perez

Ketegangan antara Joan Laporta dan Presiden Real Madrid, Florentino Perez, memang telah memanas dalam beberapa bulan terakhir. Perez kerap melontarkan kritik terkait dugaan keberpihakan wasit kepada Barcelona. Selain itu, skandal Negreira yang menuding Barcelona menyuap wasit juga menjadi polemik, meskipun tuduhan tersebut telah dibantah keras oleh Laporta.

Momentum Politik Internal

Keputusan Barcelona untuk keluar dari Super League ini terjadi berdekatan dengan agenda pemilihan presiden baru klub yang dijadwalkan pada Maret mendatang. Laporan dari The Athletic mengindikasikan bahwa Laporta berupaya melepaskan diri dari asosiasi dengan ESL dan Real Madrid sebelum mengajukan diri kembali sebagai kandidat.