London – Arsenal masih dihantui ketidakpastian mengenai kondisi kebugaran sejumlah pemain jelang pertandingan krusial melawan Manchester United di Emirates Stadium, Minggu (25/12/2026) malam WIB. Salah satu pemain yang nasibnya masih abu-abu adalah Riccardo Calafiori.
Calafiori, Pahlawan Tak Terduga yang Sering Cedera
Riccardo Calafiori menjadi sosok pahlawan bagi Arsenal pada pertemuan pertama musim ini di Old Trafford. Gol tunggalnya menjadi penentu kemenangan tim Meriam London atas Manchester United. Sejak didatangkan musim lalu, Calafiori dengan cepat menjelma menjadi pilihan utama di lini pertahanan Arsenal berkat performanya yang solid.
Namun, perjalanan kariernya di Arsenal kerap diwarnai masalah cedera. Pemain asal Italia ini tercatat telah sebulan absen akibat cedera otot yang dialaminya saat sesi pemanasan sebelum laga melawan Brighton & Hove Albion pada 27 Desember lalu. Musim ini, Calafiori baru mencatatkan 20 penampilan dengan kontribusi satu gol dan tiga assist, sebagian besar terganggu oleh rentetan cedera.
Harapan Besar untuk Laga Krusial
Mengingat Arsenal akan menghadapi jadwal padat dengan banyak pertandingan penting hingga akhir musim, kehadiran Calafiori sangat dinantikan. Kehadirannya akan menjadi suntikan moral dan kekuatan tambahan bagi tim asuhan Mikel Arteta.
Hingga berita ini diturunkan, manajer Arsenal, Mikel Arteta, belum memberikan kepastian apakah Calafiori dapat diturunkan dalam laga melawan Manchester United. Meskipun demikian, Calafiori dilaporkan telah mengikuti sesi latihan bersama skuad Arsenal sebagai persiapan jelang pertandingan tersebut. Selain Calafiori, Piero Hincapie juga masih menepi sejak awal tahun karena mengalami cedera.
“Kami masih punya satu sesi latihan lagi untuk mengecek kondisi semua pemain dan membuat keputusan siapa yang akan masuk skuad, jadi kita lihat saja besok,” ujar Arteta di situs resmi klub.
Arteta menambahkan, timnya terus berupaya beradaptasi dengan kualitas pemain yang dimiliki. Ia menekankan bahwa beberapa pemain memiliki dinamika dan kemampuan menguasai ruang lebih baik, yang membuat mereka lebih nyaman dalam bermain dan saling bekerja sama. “Beberapa pemain mungkin posisinya tidak bisa diubah, lebih posisional. Riccardo punya kualitas untuk bermain di banyak posisi,” jelasnya.





