Arsenal menelan kekalahan pertamanya di tahun ini setelah menjamu Manchester United di Emirates Stadium pada Minggu (25/1/2026) malam WIB. Tim berjuluk The Gunners ini harus mengakui keunggulan MU dengan skor akhir 2-3, sebuah catatan yang mengulang rekor buruk kebobolan tiga gol atau lebih yang sudah lama tidak terjadi.
Jalannya Pertandingan yang Sengit
Pertandingan lanjutan Liga Inggris ini berlangsung sengit sejak awal. Arsenal sempat unggul lebih dulu, namun keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Manchester United berhasil membalikkan keadaan dengan mencetak dua gol melalui Bryan Mbeumo dan Patrick Dorgu. Mikel Merino sempat menyamakan kedudukan untuk Arsenal pada menit ke-84, namun MU kembali memimpin tiga menit berselang lewat gol Matheus Cunha, yang sekaligus memastikan kemenangan bagi tim tamu.
Akhir Rentetan Positif Arsenal
Kekalahan ini mengakhiri rentetan 12 pertandingan tanpa kekalahan yang dijalani Arsenal sejak takluk dari Aston Villa pada awal Desember 2025. Meskipun mendominasi jalannya pertandingan, Arsenal harus mengakui bahwa kemenangan tidak selalu diraih dengan mudah.
Opta mencatat bahwa ini adalah pertama kalinya Arsenal kebobolan tiga gol atau lebih sejak Desember 2023, saat mereka menghadapi Luton Town. Rentetan 121 laga tanpa kebobolan lebih dari dua gol pun terhenti oleh Manchester United.
Rekor Tandang Manchester United
Bagi Manchester United, kemenangan ini menandai pertama kalinya mereka berhasil meraih kemenangan dengan selisih tiga gol atau lebih saat bertandang ke markas pemuncak klasemen Premier League. Terakhir kali hal serupa terjadi adalah pada April 2018, saat mereka masih dilatih Jose Mourinho dan berhasil menang 3-2 atas Manchester City.
Komentar Pemain Manchester United
Gelandang Manchester United, Matheus Cunha, mengungkapkan rasa bangganya atas performa timnya. “Menurut saya, kami menunjukkan karakter dan kekuatan di tim ini. Kami tahu apa yang diharapkan dari lawatan ke sini,” ujar Cunha kepada BBC.
Ia menambahkan, “Bagi saya ini merupakan tim terbaik di dunia saat ini, jujur saja. Mereka bermain di bawah Mikel sekian lama, tahu setiap taktiknya, tahu setiap hal yang dia rasakan.”
“Jadi kami sejak awal tahu betapa sulitnya bermain di sini, tapi kami adalah United dan semua upaya yang kami kerahkan adalah untuk menang,” pungkasnya.





