London – Arsenal selangkah lagi mengakhiri penantian panjang gelar Piala Liga Inggris. Kemenangan 1-0 atas Chelsea di leg kedua semifinal, Kamis (5/2/2026), mengantar The Gunners ke final turnamen yang juga dikenal sebagai Carabao Cup tersebut.
Gol tunggal Kai Havertz di Emirates Stadium memastikan agregat kemenangan Arsenal atas Chelsea. Pasukan Mikel Arteta kini menanti pemenang duel antara Manchester City dan Newcastle United di partai puncak.
Ini akan menjadi final Piala Liga Inggris kesembilan bagi Arsenal. Namun, sejarah mencatat Arsenal lebih sering tertimpa kesialan di babak akhir kompetisi ini. Dari delapan final yang pernah dijalani, The Gunners hanya mampu meraih gelar dua kali.
Kemenangan terakhir Arsenal di Piala Liga Inggris terjadi pada musim 1993, saat mereka mengalahkan Crystal Palace 3-1. Setelah itu, Arsenal tercatat pernah takluk dari tim yang dianggap underdog, seperti Swindon Town (1969), Luton Town (1988), dan Birmingham City (2011).
Kekalahan terakhir Arsenal di final terjadi pada 2018, ketika mereka dibungkam Manchester City dengan skor 0-3. Puasa gelar selama 33 tahun ini menjadi tantangan tersendiri bagi Mikel Arteta.
Pelatih asal Spanyol itu mengungkapkan antusiasmenya menyambut final. Ia menilai pencapaian ini adalah ‘vitamin terbaik’ bagi timnya yang terus bermain di tengah jadwal padat.
“Kalian bisa melihat kegembiraan, senyum, dan energi di ruang ganti dan seluruh orang yang bekerja di klub. Oleh sebab itu saya amat menantikan [laga final],” ujar Arteta usai pertandingan, dikutip dari laman resmi Carabao Cup.
Berikut adalah catatan Arsenal di Final Piala Liga Inggris:
| Tahun | Lawan | Skor | Status |
| 1968 | Leeds United | 0-1 | Kalah |
| 1969 | Swindon Town* | 3-4 | Kalah |
| 1987 | Liverpool | 2-1 | Menang |
| 1988 | Luton Town | 2-3 | Kalah |
| 1993 | Crystal Palace | 3-1 | Menang |
| 2007 | Chelsea | 1-2 | Kalah |
| 2011 | Birmingham City | 1-2 | Kalah |
| 2017 | Manchester City | 0-3 | Kalah |
*Swindon Town saat itu berstatus tim divisi tiga.






