Arne Slot memberikan pandangannya mengenai performa Liverpool yang dinilai kurang dominan dalam beberapa musim terakhir. Ia menekankan bahwa kenyataannya, klub berjuluk The Reds ini tidak sesering meraih gelar juara seperti yang mungkin dibayangkan banyak orang.
Tantangan Musim Ini
Setelah berhasil menjuarai Premier League musim lalu, Liverpool menghadapi musim yang lebih sulit. Performa mereka musim ini membuat mereka berjuang keras untuk sekadar lolos ke Liga Champions musim depan. Saat ini, Virgil van Dijk dan rekan-rekannya menduduki peringkat keenam klasemen Liga Inggris, tertinggal dua poin dari zona empat besar dan terpaut 14 poin dari Arsenal yang memimpin klasemen.
Selain itu, Liverpool juga telah tersingkir dari Piala Liga Inggris atau Carabao Cup, yang semakin membatasi peluang mereka meraih trofi musim ini.
Realitas Gelar Juara
Slot menyadari betul tingginya ekspektasi dan tuntutan untuk meraih gelar juara di Liverpool. Namun, ia juga mengingatkan bahwa dalam kurun waktu 30 tahun terakhir, Liverpool hanya mampu menjuarai liga domestik sebanyak dua kali.
“Ketika Anda di Liverpool, targetnya memang juara liga. Tapi kami hanya pernah melakukannya dua kali dalam 30 tahun terakhir,” ujar Slot seperti dilansir Sky Sports. Ia menambahkan, “Kami ingin kompetitif di setiap kompetisi yang kami ikuti tapi kenyataannya dalam tiga tahun terakhir kami hanya juara Piala Liga satu kali dan Premier League satu kali.”
Analisis Finansial
Lebih lanjut, Slot juga menyinggung soal persepsi publik terhadap pengeluaran klub. Ia merasa ada diskusi yang lebih fokus pada jumlah uang yang dibelanjakan daripada yang dihasilkan oleh klub.
“Banyak pembahasan soal 450 juta paun yang kami belanjakan dan bukan soal 300 juta paun yang kami hasilkan. Jadi, saya punya pendapat soal apa yang bisa diterima, tapi saya tidak akan membagikannya,” pungkasnya.





